KAMELIANTI, HANUM PUTRI (2026) ANALISIS FAKTOR KELELAHAN PENGEMUDI PADA RUAS JALAN TOL PANDAAN MALANG. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.
|
Text (ABSTRAK)
22013072-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
22013072-SKRIPSI-BAB_1.pdf Download (118kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
22013072-SKRIPSI-BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (151kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 3)
22013072-SKRIPSI-BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (619kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 4)
22013072-SKRIPSI-BAB_4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 5)
22013072-SKRIPSI-BAB_5.pdf Download (88kB) | Preview |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22013072-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji tingkat kelelahan pengemudi bus dan truk serta faktor faktor yang berhubungan dengannya di ruas Jalan Tol Pandaan – Malang. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya angka kecelakaan lalu lintas di indonesia, di mana faktor manusia khususnya kelelahan menjadi penyumbang dominan. Ruas Tol Pandaan – Malang yang dilalui lebih dari 20 juta kendaraan per tahun mencatat sejumlah kecelakaan dengan beberapa penyebabnya mengindikasikan adanya faktor kelelahan pengemudi seperti mengantuk dan kurang antisipasi. Pengukuran tingkat kelelahan dilakukan menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) terhadap 400 responden pengemudi bus dan truk di rest area Km 66A dan Km 84B. Variabel independen yang diteliti meliputi usia, Indeks Massa Tubuh (IMT), durasi kerja, shift kerja, masa kerja, dan waktu istirahat. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara masing-masing variabel dengan tingkat kelelahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengemudi mengalami tingkat kelelahan tinggi (52,8%) dan sangat tinggi (18,3%). Dari enam variabel yang diuji, tiga variabel terbukti memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan, yaitu durasi kerja , shift kerja (p-value = 0,015), dan waktu istirahat (p-value < 0,05). Sementara itu, usia (p = 0,944), masa kerja (p = 0,387), dan IMT (p = 0,957) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Implikasi penelitian menekankan perlunya pengaturan durasi berkendara yang sesuai regulasi, penerapan sistem shift yang teratur, serta pemanfaatan fasilitas rest area secara optimal. Pengelola Tol Pandaan–Malang disarankan untuk meningkatkan kualitas fasilitas istirahat dan memasang media edukasi mengenai bahaya kelelahan berkendara guna mendukung peningkatan keselamatan lalu lintas di ruas jalan tol tersebut.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kelelahan pengemudi, IFRC, jalan tol, keselamatan berkendara, durasi kerja, shift kerja, waktu istirahat |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements |
| Divisions: | Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan |
| Depositing User: | 22013072 22013072 |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 01:00 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 01:00 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4937 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
