EVALUASI DAN PENINGKATAN LAYANAN BUS MAPAN CERIA UNTUK SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KOTA KEDIRI

FADILAH, ZAHROTUL (2026) EVALUASI DAN PENINGKATAN LAYANAN BUS MAPAN CERIA UNTUK SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KOTA KEDIRI. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
22011060_SKRIPSI_ABSTRAK.pdf

Download (833kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
22011060_SKRIPSI_BAB I.pdf

Download (150kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
22011060_SKRIPSI_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (515kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
22011060_SKRIPSI_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (529kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB IV)
22011060_SKRIPSI_BAB IV.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB V)
22011060_SKRIPSI_BAB V.pdf

Download (150kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
22011060_SKRIPSI_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Aksesibilitas transportasi bagi siswa berkebutuhan khusus (ABK) merupakan hak yang dijamin regulasi, namun implementasinya di Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini mengevaluasi layanan Bus Mapan Ceria di Kota Kediri program angkutan sekolah gratis bagi siswa Sekolah Luar Biasa yang diluncurkan Juli 2025 menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods). Data primer dikumpulkan melalui survei dinamis selama lima hari kerja, wawancara semi�terstruktur terhadap 12 informan, observasi lapangan, dan kuesioner potensi permintaan kepada 252 orang tua siswa yang belum terlayani. Penilaian kesesuaian menggunakan 30 indikator yang diadaptasi dari pedoman Colorado Department of Education (2023), dengan skoring tiga tingkat. Strategi peningkatan dirumuskan melalui analisis SWOT berbasis matriks IFAS dan EFAS. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan perjalanan rata-rata 21,7–24,5 km/jam dan waktu perjalanan 43,2–87,0 menit telah memenuhi standar, namun load factor tidak seimbang. Bus 1 sesi pengantaran rata-rata 104,4% (overload) dan Bus 2 sesi pengantaran hanya 55,6% (di bawah standar). Tingkat kesesuaian layanan sebesar 33,3% berkategori "Kurang dari Setengahnya," dengan aspek manajemen perilaku (75%) dan routing & scheduling (67%) sebagai capaian tertinggi, sementara peralatan penumpang, kondisi kesehatan siswa, evakuasi darurat, dan SOP memperoleh nilai 0%. Posisi Kuadran IV (WT) pada diagram SWOT mengindikasikan prioritas strategi defensif, khususnya penyusunan SOP, pembaruan data siswa, dan penguatan sistem komunikasi. Tiga rute baru direkomendasikan untuk melayani 129 siswa potensial dari seluruh kecamatan di Kota Kediri.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Depositing User: 22011060 22011060
Date Deposited: 13 Jul 2026 06:21
Last Modified: 13 Jul 2026 06:21
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4824

Actions (login required)

View Item View Item