LAPORAN MAGANG II ANALISIS HUBUNGAN KUANTITAS TIDUR, MASA KERJA DAN JADWAL SHIFT DENGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PENGEMUDI BUS JALUR 9,10,11 TRANS JOGJA

YULIAWAN, ADHE (2026) LAPORAN MAGANG II ANALISIS HUBUNGAN KUANTITAS TIDUR, MASA KERJA DAN JADWAL SHIFT DENGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PENGEMUDI BUS JALUR 9,10,11 TRANS JOGJA. Project Report. POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN, TEGAL. (Submitted)

[img] Text (ABSTRAK)
21021031-MAGANG 2-ABSTRAK.pdf

Download (317kB)
[img] Text (BAB 1)
21021031-MAGANG 2-BAB_1.pdf

Download (92kB)
[img] Text (BAB 2)
21021031-MAGANG 2-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (579kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
21021031-MAGANG 2-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (264kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
21021031-MAGANG 2-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (405kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
21021031-MAGANG 2-BAB_5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (72kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
21021031-MAGANG 2-LAMPIRAN.pdf

Download (175kB)

Abstract

Kelelahan kerja pada pengemudi bus merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko kecelakaan lalu lintas. Tingginya tuntutan kerja, durasi mengemudi yang panjang, serta sistem kerja shift berpotensi menyebabkan kelelahan pada pengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelelahan kerja serta menganalisis hubungan kuantitas tidur, masa kerja, dan jadwal shift terhadap tingkat kelelahan kerja pengemudi Bus Trans Jogja jalur 9, 10, dan 11. Penelitian dilaksanakan di PT Anindya Mitra Internasional Unit Transportasi dengan metode penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 32 pengemudi dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner menggunakan metode Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami kelelahan kerja, dengan 18 pengemudi (56,3%) mengalami kelelahan ringan dan 14 pengemudi (43,7%) mengalami kelelahan sedang. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kuantitas tidur dengan tingkat kelelahan kerja (p-value = 0,011), dimana pengemudi dengan kuantitas tidur kurang baik memiliki risiko 7,3 kali lebih tinggi mengalami kelelahan dibandingkan pengemudi dengan durasi tidur cukup. Sementara itu, variabel jadwal shift (p-value = 0,476) dan masa kerja (p-value = 0,305) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap tingkat kelelahan kerja. Meskipun demikian, secara deskriptif pengemudi dengan shift siang dan masa kerja lebih lama cenderung memiliki tingkat kelelahan lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kuantitas tidur menjadi faktor utama yang berhubungan dengan tingkat kelelahan pengemudi Bus Trans Jogja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan risiko kelelahan melalui peningkatan kualitas istirahat, pengaturan jadwal kerja, serta penerapan sistem manajemen kelelahan untuk meningkatkan keselamatan operasional pengemudi.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: kelelahan kerja, pengemudi bus, kuantitas tidur, jadwal shift, masa kerja, IFRC, Trans Jogja
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Teknologi Rekayasa Otomotif > Teknologi Rekayasa Otomotif
Depositing User: 21021031 21021031
Date Deposited: 18 May 2026 04:05
Last Modified: 18 May 2026 04:05
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4401

Actions (login required)

View Item View Item