BADU, SADLY MARSYAHID (2026) LAPORAN MAGANG II ANALISIS PENGARUH TINGKAT KERUSAKAN ARMADA PO TAMI JAYA BERDASARKAN UMUR DAN JARAK TEMPUH. Project Report. POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN, TEGAL. (Submitted)
|
Text (ABSTRAK)
22021027-MAGANG II-ABSTRAK.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB1)
22021027-MAGANG II-BAB1.pdf Download (50kB) | Preview |
|
|
Text (BAB2)
22021027-MAGANG II-BAB2.pdf Restricted to Registered users only Download (461kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB3)
22021027-MAGANG II-BAB3.pdf Restricted to Registered users only Download (503kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB4)
22021027-MAGANG II-BAB4.pdf Restricted to Registered users only Download (412kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB5)
22021027-MAGANG II-BAB5.pdf Download (53kB) | Preview |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22021027-MAGANG II-LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (365kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia kendaraan dan jarak tempuh terhadap tingkat kerusakan armada bus pada PT. Anugerah Karya Utami Gemilang (PO Tami Jaya). Armada bus yang digunakan dalam operasional perusahaan memiliki variasi usia kendaraan dan jarak tempuh yang berbeda sehingga berpotensi menimbulkan tingkat kerusakan yang beragam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi, serta pengumpulan data usia kendaraan, jarak tempuh, dan riwayat kerusakan armada. Data kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori usia kendaraan, jarak tempuh, serta tingkat kerusakan yang terdiri dari kerusakan ringan, sedang, dan berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia kendaraan dan jarak tempuh memiliki hubungan yang signifikan terhadap tingkat kerusakan armada. Kendaraan dengan usia lebih tua dan jarak tempuh yang tinggi cenderung mengalami frekuensi kerusakan yang lebih besar. Distribusi tingkat kerusakan armada didominasi oleh kerusakan sedang sebesar ±65%, diikuti kerusakan ringan sebesar ±30%, dan kerusakan berat sebesar ±5%. Kerusakan sedang paling banyak terjadi pada sistem suspensi dan pengereman akibat intensitas operasional yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, perusahaan disarankan untuk menerapkan sistem perawatan preventif berbasis jarak tempuh serta melakukan peremajaan armada secara bertahap pada kendaraan dengan usia operasional tinggi guna meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan transportasi.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | PO TAMI JAYA |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery T Technology > TL Motor vehicles. Aeronautics. Astronautics |
| Divisions: | Teknologi Rekayasa Otomotif > Teknologi Rekayasa Otomotif |
| Depositing User: | 22021027 22021027 |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 01:13 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 01:13 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4295 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
