AZZAHRA, NUR FITRI (2026) LAPORAN MAGANG II ANALISIS RESILIENSI ANGKUTAN UMUM DI KABUPATEN KARAWANG. Project Report. POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN, TEGAL. (Submitted)
|
Text (ABSTRAK)
22013081-MAGANG 2-ABSTRAK.pdf Download (958kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
22013081-MAGANG 2-BAB_1.pdf Download (131kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
22013081-MAGANG 2-BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (489kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 3)
22013081-MAGANG 2-BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (192kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 4)
22013081-MAGANG 2-BAB_4.pdf Download (148kB) | Preview |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22013081-MAGANG 2-LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Angkutan umum di Kabupaten Karawang menghadapi tekanan akibat meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi, berkembangnya transportasi berbasis aplikasi, perubahan pola perjalanan masyarakat, dan menurunnya jumlah armada yang beroperasi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi angkutan umum, menilai tingkat resiliensinya, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan keberlanjutan pelayanan angkutan umum di Kabupaten Karawang. Kajian menggunakan pendekatan deskriptif dengan data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara terhadap 216 pengemudi, dan dokumentasi. Data sekunder mencakup kebijakan transportasi, jaringan trayek, dan jumlah armada angkutan umum. Analisis resiliensi dilakukan berdasarkan aspek ketahanan, redundansi, kecepatan pemulihan, adaptasi, inklusi dan keadilan, serta kolaborasi dan koordinasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah trayek angkutan umum menurun dari 55 trayek dengan 2.116 armada pada tahun 2009 menjadi 16 trayek dengan 215 armada pada tahun 2025. Sebanyak 58,8 persen responden menyatakan tersedia rute alternatif, 64,4 persen mampu kembali beroperasi dalam waktu relatif cepat setelah mengalami gangguan, dan 75 persen mampu beradaptasi melalui penyesuaian rute, waktu operasional, serta tarif. Selain itu, 56 persen responden menyatakan telah terdapat komunikasi dan koordinasi antar pengemudi. Secara keseluruhan, resiliensi angkutan umum di Kabupaten Karawang berada pada kategori cukup. Namun, sistem ini masih lemah dalam stabilitas pendapatan pengemudi, pemerataan rute alternatif, dan integrasi antarmoda. Oleh karena itu, diperlukan penguatan manajemen operasional, peningkatan kolaborasi pemangku kepentingan, dan integrasi angkutan umum dengan moda transportasi lainnya.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | angkutan umum, resiliensi transportasi, trayek, adaptasi, Kabupaten Karawang |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions: | Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan |
| Depositing User: | 22013081 22013081 |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 07:06 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 07:06 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4871 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
