SKRIPSIESTIMASI GAS BUANG KENDARAAN PADA SIMPANG KOORDINASI (STUDI KASUS SIMPANG SMA 2 LUMAJANG DAN SIMPANG SUKODONO)

YUSILA, DWI MAHARDIKA DARARI (2026) SKRIPSIESTIMASI GAS BUANG KENDARAAN PADA SIMPANG KOORDINASI (STUDI KASUS SIMPANG SMA 2 LUMAJANG DAN SIMPANG SUKODONO). Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
22011041-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf

Download (409kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
22011041-SKRIPSI-BAB_1.pdf

Download (107kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
22011041-SKRIPSI-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (468kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
22011041-SKRIPSI-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (498kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
22011041-SKRIPSI-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
22011041-SKRIPSI-BAB_5.pdf

Download (103kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
22011041-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Peningkatan volume kendaraan bermotor di kawasan perkotaan dan pengalihan kendaraan berat akibat penyempitan Jalur Lingkar Timur (JLT) Kabupaten Lumajang menyebabkan beban lalu lintas yang tinggi pada Simpang SMA 2 Lumajang dan Simpang Sukodono, dua simpang bersinyal empat fase yang berjarak 700 meter. Kondisi stop and go yang intens di kedua simpang berpotensi menghasilkan emisi karbon monoksida (CO) dan nitrogen oksida (NOx) yang signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja lalu lintas eksisting, mengestimasi emisi CO dan NOx, serta mengkaji perubahan emisi pada tiga skenario rekayasa lalu lintas menggunakan mikrosimulasi PTV VISSIM 2025 dengan modul Emissions. Model divalidasi melalui lima iterasi kalibrasi parameter driving behaviour menggunakan uji GEH untuk volume (GEH < 5,0) dan MAPE untuk panjang antrian (MAPE < 10%), dan dinyatakan valid pada kalibrasi kelima. Hasil analisis eksisting menunjukkan Simpang SMA 2 Lumajang memiliki tingkat pelayanan F dengan tundaan rata-rata 77,98 detik dan panjang antrian 41,05 meter, sedangkan Simpang Sukodono berkategori D dengan tundaan 32,09 detik dan antrian 20,64 meter. Emisi CO eksisting mencapai 1.944,31 g/jam dan NOx 378,30 g/jam pada Simpang SMA 2 Lumajang, serta CO 1.573,52 g/jam dan NOx 306,14 g/jam pada Simpang Sukodono. Dari tiga skenario yang diuji, Skenario 2 berupa penerapan waktu siklus 130 detik sesuai PKJI 2023 dengan optimasi Fixed Time Signal Controller terbukti paling efektif, menurunkan emisi CO sebesar 31,2% dan NOx 31,3% pada Simpang SMA 2 Lumajang, serta CO 54,3% dan NOx 54,2% pada Simpang Sukodono. Skenario koordinasi simpang hanya efektif di Simpang Sukodono namun memperburuk Simpang SMA 2 Lumajang. Penelitian ini merekomendasikan implementasi Skenario 2 sebagai prioritas penanganan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: emisi gas buang, simpang bersinyal, PTV VISSIM, koordinasi simpang, rekayasa lalu lintas
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Depositing User: 22011041 22011041
Date Deposited: 17 Jun 2026 03:11
Last Modified: 17 Jun 2026 03:11
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4651

Actions (login required)

View Item View Item