ANALISIS BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA PROSES PRODUKSI KENDARAAN BUS KAROSERI MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN PDPC (STUDI KASUS PT. MEKAR ARMADA JAYA MAGELANG)

PUTRI, ANISA (2026) ANALISIS BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA PROSES PRODUKSI KENDARAAN BUS KAROSERI MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN PDPC (STUDI KASUS PT. MEKAR ARMADA JAYA MAGELANG). Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img] Text (ABSTRAK)
22021034-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf

Download (768kB)
[img] Text (BAB 1)
22021034-SKRIPSI-BAB_1.pdf

Download (124kB)
[img] Text (BAB 2)
22021034-SKRIPSI-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (189kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
22021034-SKRIPSI-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (199kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
22021034-SKRIPSI-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (876kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
22021034-SKRIPSI-BAB_5.pdf

Download (250kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
22021034-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Industri manufaktur karoseri merupakan sektor dengan tingkat potensi bahaya kerja yang tinggi, mencakup pengelasan, penggerindaan, pendempulan, pengecatan, hingga instalasi kelistrikan. PT Mekar Armada Jaya Magelang mencatat 46 kecelakaan kerja pada tahun 2024 dan 22 kecelakaan pada Januari –September 2025, dengan rincian pada tahun 2024 terdapat 18 kecelakaan kerja dan tahun 2025 terdapat 18 kecelakaan kerja di area produksi bus besar. Kecelakaan kerja yang terjadi berupa luka bakar akibat percikan api las dan gerinda, gangguan pernapasan akibat paparan debu dan uap bahan kimia, gangguan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis, serta risiko sengatan listrik dan korsleting pada proses kelistrikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai tingkat risiko pada proses produksi bus besar di PT Mekar Armada Jaya serta merancang pengendalian risiko yang realistis. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menilai risiko berdasarkan parameter Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D) sehingga menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN), serta Process Decision Program Chart (PDPC) untuk merancang alternatif pengendalian. Penelitian dilakukan pada departemen body, putty, painting, dan finishing, dengan data diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara terstruktur bersama supervisor dan leader di masing-masing departemen. Hasil penelitian mengidentifikasi 52 variabel risiko. Terdapat 10 variabel berkategori Tinggi (RPN ≥ 200). RPN tertinggi terdapat pada penggunaan gerinda di departemen body (V7, RPN = 336), percikan api las (V5, RPN = 252), struktur body belum terkunci (V10, RPN = 252), dan material tidak terikat (V3, RPN = 216). Departemen putty meliputi debu terhirup (V26, RPN = 252), posisi membungkuk (V27, RPN = 252), dan debu kimia epoxy (V29, RPN = 210). Departemen painting meliputi paparan uap cat (V36, RPN = 210). Departemen finishing meliputi korsleting instalasi interior/eksterior (V45, RPN = 216) dan korsleting wiring/kabel (V47, RPN = 210). Pengendalian yang direkomendasikan melalui PDPC berfokus pada APD, SOP, zoning area, ventilasi, dan prosedur Lock Out Tag Out (LOTO).

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Analisis Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian Risiko, FMEA, PDPC
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Teknologi Rekayasa Otomotif > Teknologi Rekayasa Otomotif
Depositing User: ANISA PUTRI
Date Deposited: 12 Jun 2026 02:55
Last Modified: 12 Jun 2026 02:55
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4646

Actions (login required)

View Item View Item