EVALUASI KINERJA LAYANAN BRT TRANS JATENG KORIDOR I (SEMARANG – BAWEN)

RAMADHANI, RESTU (2026) EVALUASI KINERJA LAYANAN BRT TRANS JATENG KORIDOR I (SEMARANG – BAWEN). Project Report. POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN, TEGAL. (Submitted)

[img] Text (ABSTRAK)
22011053-MAGANG 2-ABSTRAK.pdf

Download (366kB)
[img] Text (BAB 1)
22011053-MAGANG 2-BAB 1.pdf

Download (123kB)
[img] Text (BAB 2)
22011053-MAGANG 2-BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (113kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
22011053-MAGANG 2-BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
22011053-MAGANG 2-BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (103kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
22011053-MAGANG 2-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Transportasi memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat, khususnya melalui penyediaan layanan angkutan umum yang aman, nyaman, cepat, dan terjangkau. Sebagai salah satu sistem angkutan massal berbasis jalan di Provinsi Jawa Tengah, BRT Trans Jateng Koridor I Semarang–Bawen berfungsi menghubungkan kawasan inti Kota Semarang dengan wilayah penyangga Kabupaten Semarang melalui layanan transportasi aglomerasi yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan dan operasional BRT Trans Jateng Koridor I berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang meliputi aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan keteraturan. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, pengumpulan data primer dan sekunder, wawancara, serta analisis deskriptif terhadap indikator operasional seperti load factor, headway, waktu tempuh, dan waktu tunggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek keamanan memperoleh nilai 78% dan keselamatan 74% dengan kategori memuaskan, sedangkan kenyamanan, keterjangkauan, keteraturan, dan kesetaraan masih memerlukan peningkatan, terutama pada kapasitas penumpang berdiri, informasi jadwal, dan fasilitas ramah disabilitas. Secara operasional, rata-rata load factor sebesar 90%, headway 8,6 menit saat jam sibuk dan 11,2 menit saat non-sibuk, serta waktu tunggu rata-rata 4,3–5,6 menit telah memenuhi standar pelayanan. Namun demikian, optimalisasi operasional masih diperlukan melalui penyesuaian time table, penguatan integrasi angkutan pengumpan, pembaruan armada, serta penyempurnaan Standar Pelayanan Minimal agar kualitas layanan BRT Trans Jateng dapat meningkat secara efektif dan berkelanjutan.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: BRT TRANS JATENG, EVALUASI PELAYANAN, KINERJA OPERASIONAL, STANDAR PELAYANAN MINIMAL, LOAD FACTOR, HEADWAY, TRANSPORTASI AGLOMERASI
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
Divisions: Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Depositing User: 22011053 22011053
Date Deposited: 26 May 2026 02:25
Last Modified: 26 May 2026 02:25
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4465

Actions (login required)

View Item View Item