LAPORAN MAGANG 1 DI TRANS JATENG KORIDOR KEDUNGSEPUR

AZZA, ZIIADATUL and PUTRI, FINATA DWI and RAMADHANI, RESTU and TAUPIQQURROHMAN, TAUPIQQURROHMAN (2026) LAPORAN MAGANG 1 DI TRANS JATENG KORIDOR KEDUNGSEPUR. Project Report. POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN, TEGAL. (Submitted)

[img] Text (ABSTRAK)
21013089-22013070-22011053-22011058-MAGANG 1-ABSTRAK.pdf

Download (460kB)
[img] Text (BAB 1)
21013089-22013070-22011053-22011058-MAGANG 1-BAB 1.pdf

Download (321kB)
[img] Text (BAB 2)
21013089-22013070-22011053-22011058-MAGANG 1-BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
21013089-22013070-22011053-22011058-MAGANG 1-BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
21013089-22013070-22011053-22011058-MAGANG 1-BAB 4.pdf

Download (210kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
21013089-22013070-22011053-22011058-MAGANG 1-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Transportasi memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan perkembangan perekonomian masyarakat. Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas di Provinsi Jawa Tengah menimbulkan berbagai permasalahan transportasi, seperti kemacetan, polusi udara, dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghadirkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng dengan sistem Buy The Service (BTS) sebagai transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), mitigasi daerah rawan kecelakaan, serta evaluasi kinerja operasional BRT Trans Jateng pada Koridor Semarang–Bawen, Semarang–Kendal, dan Semarang–Grobogan. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, pengumpulan data primer dan sekunder, wawancara, serta analisis deskriptif komparatif berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan BOK koridor baru Temanggung–Magelang menghasilkan nilai Rp8.762,00/km dengan kebutuhan ideal 14 armada bus dan keuntungan operator sebesar 10%. Analisis keselamatan mengidentifikasi 4 lokasi blacksite di Kabupaten Semarang, 11 lokasi di Kota Semarang, dan 3 lokasi di Koridor Semarang–Grobogan dengan rekomendasi penanganan berbasis prinsip forgiving road, self enforcement, dan self explaining road. Evaluasi operasional menunjukkan seluruh koridor berada pada kategori pelayanan cukup baik dengan nilai di atas 24, namun load factor pada jam sibuk masih melebihi standar kenyamanan penumpang. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan operasional melalui penambahan armada, pengaturan time table, peningkatan kualitas SDM pelayanan, dan optimalisasi fasilitas halte guna meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan penumpang.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: BRT TRANS JATENG, BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN, BUY THE SERVICE, KESELAMATAN TRANSPORTASI, BLACKSITE, KINERJA OPERASIONAL
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Depositing User: 22011053 22011053
Date Deposited: 15 Jun 2026 02:35
Last Modified: 15 Jun 2026 02:35
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4449

Actions (login required)

View Item View Item