SETYAWAN, DENIS (2026) SISTEM CERDAS DETEKSI TEGANGAN TIDAK STABIL PADA SUPLAI LISTRIK KENDARAAN. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.
|
Text (ABSTRAK)
22021008-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf Download (467kB) |
|
|
Text (BAB 1)
22021008-SKRIPSI-BAB_1.pdf Download (85kB) |
|
|
Text (BAB 2)
22021008-SKRIPSI-BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (693kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
22021008-SKRIPSI-BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (621kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
22021008-SKRIPSI-BAB_4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
22021008-SKRIPSI-BAB_5.pdf Download (76kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22021008-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pengisian suplai listrik yang tidak stabil pada kendaraan, khususnya pada output tegangan alternator kendaraan, baik overvoltage maupun undervoltage, berpotensi merusak baterai dan komponen elektronik. Penyebab utamanya adalah kerusakan regulator atau sirkuit tegangan kontrol. Penelitian ini mengembangkan alat berupa sistem pendeteksi dan penstabil tegangan tidak stabil pada suplai listrik kendaraan secara real-time. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sistem dirancang menggunakan ESP32 Devkit V1, sensor PZEM-017 (komunikasi Modbus RTU via RS-485), relay, konverter step-up dan step-down, serta dilengkapi LCD, LED, dan DF Player Mini. Sistem memantau kondisi tegangan, di mana jika tegangan melebihi (>15 Volt), relay 3 akan aktif dan mengarahkan ke step-down. Apabila tegangan kurang (<13,3 Volt), relay 1 aktif rsistem mengarahkan ke step-up, apabila sistem mendeteksi di rentang normal (13,7-14,7 Volt) maka relay 2 akan aktif dan mengarahkan ke aki, yang dalam program nanti akan diberitahukan melalui pemberitahuan pada LCD, lampu LED, dan suara dari DF Player Mini. Pengujian dilakukan pada alat peraga alternator 12 Volt dan power supply. Hasil penelitian menunjukkan akurasi sensor PZEM-017 mencapai 99,80% dengan error 0,27% pada kalibrasi. Sistem berhasil mendeteksi dan mengoreksi overvoltage (>15,0 Volt) menggunakan step-down. Pada undervoltage (<13,3 Volt), sistem berhasil mendeteksi, namun step-up rusak akibat arus yang besar karena lonjakan tegangan transien. Kesimpulannya, sistem cerdas ini mampu mendeteksi ketidakstabilan tegangan dengan akurasi yang sangat baik, tetapi dalam aspek koreksi masih membutuhkan konverter DC-DC yang lebih sesuai untuk diterapkan di lingkungan kendaraan atau ditambahkan perlindungan tegangan tinggi pada modul konverter tegangan DC-DC.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tegangan Lebih, Tegangan Kurang, Sistem Cerdas, Alternator, Sistem Suplai Listrik Kendaraan. |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions: | Teknologi Rekayasa Otomotif > Teknologi Rekayasa Otomotif |
| Depositing User: | 22021008 22021008 |
| Date Deposited: | 25 May 2026 05:16 |
| Last Modified: | 25 May 2026 05:16 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4447 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
