KHARBI, MUHAMMAD FAISAL (2026) PERENCANAAN SISTEM MANAJEMEN BENGKEL DI PT GUNUNG HARTA TRANSPORT SOLUTIONS DALAM BODY REPAINT DAN EVALUASI K3 BERBASIS HIRADC DAN BOW-TIE. Project Report. POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN, TEGAL. (Submitted)
|
Text (ABSTRAK)
22021023-MAGANG 2-ABSTRAK.pdf Download (858kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
22021023-MAGANG 2-BAB-1.pdf Download (152kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
22021023-MAGANG 2-BAB-2.pdf Restricted to Registered users only Download (208kB) |
||
|
Text (BAB 3)
22021023-MAGANG 2-BAB-3.pdf Restricted to Registered users only Download (242kB) |
||
|
Text (BAB 4)
22021023-MAGANG 2-BAB-4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB 5)
22021023-MAGANG 2-BAB-5.pdf Download (79kB) | Preview |
Abstract
Kegiatan perawatan dan perbaikan kendaraan, khususnya pada proses body repaint, memiliki potensi bahaya dan risiko kerja yang tinggi sehingga memerlukan sistem manajemen bengkel yang terstruktur serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang optimal. Laporan magang ini bertujuan untuk merencanakan sistem manajemen bengkel pada proses body repaint di PT Gunung Harta Transport Solutions serta melakukan evaluasi risiko K3 menggunakan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) dan Bow-Tie Analysis. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, identifikasi bahaya, penilaian risiko secara semi-kuantitatif, serta analisis penyebab dan konsekuensi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap tahapan pekerjaan, seperti pencucian, pengamplasan, pengecetan, pengeringan, pembersihan alat, transport bahan, dan pendempulan, terdapat berbagai potensi bahaya seperti paparan bahan kimia, debu, risiko kebakaran, hingga kecelakaan kerja akibat peralatan. Tingkat risiko yang dihasilkan bervariasi dari rendah hingga tinggi, dengan beberapa aktivitas masuk kategori risiko tinggi yang memerlukan pengendalian segera. Penerapan metode HIRADC mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tingkat risiko secara sistematis, sedangkan Bow-Tie Analysis memberikan gambaran hubungan antara penyebab, peristiwa utama, dan dampak yang ditimbulkan serta langkah pengendaliannya. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD) secara wajib, perbaikan ventilasi, pengelolaan bahan kimia sesuai standar, serta peningkatan prosedur kerja yang aman. Dengan penerapan sistem manajemen bengkel yang terintegrasi dengan analisis risiko, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan kerja, mengurangi potensi kecelakaan, serta mendukung tercapainya zero fatal accident di lingkungan kerja.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements |
| Divisions: | Teknologi Rekayasa Otomotif > Teknologi Rekayasa Otomotif |
| Depositing User: | 22021023 22021023 |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 05:27 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 05:27 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4379 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
