'AFIFA, SALMA DWI NUR (2026) EVALUASI KINERJA OPERASIONAL ANGKUTAN SEKOLAH DI KOTA KEDIRI. Project Report. POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN, TEGAL. (Submitted)
|
Text (ABSTRAK)
22011056-MAGANG 2-ABSTRAK.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
22011056-MAGANG 2-BAB_1.pdf Download (332kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
22011056-MAGANG 2-BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (507kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 3)
22011056-MAGANG 2-BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 4)
22011056-MAGANG 2-BAB_4.pdf Download (67kB) | Preview |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22011056-MAGANG 2-LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (872kB) | Request a copy |
Abstract
Angkutan sekolah merupakan layanan transportasi publik khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas pelajar secara aman, terorganisasi, dan terkoordinasi. Kota Kediri telah mengoperasikan layanan angkutan sekolah sejak tahun 2016 sebagai respons terhadap meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar, dengan data menunjukkan 147 korban dari kalangan pelajar pada tahun 2024. Layanan ini beroperasi pada tiga rute yang disesuaikan dengan jam masuk dan pulang sekolah. Namun, temuan awal mengindikasikan adanya permasalahan operasional, khususnya tingkat keterisian kendaraan yang mencapai 149%, jauh melampaui kapasitas normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional angkutan sekolah di Kota Kediri serta merumuskan upaya peningkatan performanya. Data dikumpulkan melalui survei statis dan dinamis, meliputi jumlah armada, jumlah penumpang, waktu perjalanan, dan kecepatan operasional, yang kemudian dianalisis berdasarkan standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa indikator load factor pada seluruh rute melebihi standar 100%, dengan nilai 108–113% pada rute 1, 107% pada rute 2, dan 109–112% pada rute 3. Sementara itu, indikator kecepatan perjalanan (20,8–27,2 km/jam), waktu tempuh (45–64 menit), ketersediaan armada (83,33%), dan konsumsi bahan bakar (Rp2.270/bus/km) secara umum telah memenuhi ketentuan teknis. Analisis kebutuhan armada menunjukkan adanya trade-off antara armada Hino (12 unit, biaya tinggi) dan Grand Max (44 unit, lebih ekonomis). Subsidi pemerintah daerah diperlukan untuk menjamin keberlanjutan layanan. Rekomendasi mencakup penambahan armada, evaluasi rutin tahunan, dan penyesuaian skema pembiayaan berbasis subsidi.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ANGKUTAN SEKOLAH, KINERJA OPERASIONAL, LOAD FACTOR, KOTA KEDIRI, KESELAMATAN TRANSPORTASI |
| Subjects: | T Technology > TF Railroad engineering and operation |
| Divisions: | Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan |
| Depositing User: | 22011056 22011056 |
| Date Deposited: | 12 Apr 2026 01:39 |
| Last Modified: | 12 Apr 2026 01:39 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4341 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
