LAPORAN MAGANG II REDESAIN LAYOUT BENGKEL PADA POOL DAMRI PONOROGO DENGAN METODE HIRADC

ROHDYAWAN, ZAIDAN WAFI (2026) LAPORAN MAGANG II REDESAIN LAYOUT BENGKEL PADA POOL DAMRI PONOROGO DENGAN METODE HIRADC. Project Report. POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN, TEGAL. (Submitted)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
22021030-MAGANG 2-ABSTRAK.pdf

Download (347kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
22021030-MAGANG 2-BAB_1.pdf

Download (69kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
22021030-MAGANG 2-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (188kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
22021030-MAGANG 2-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (244kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
22021030-MAGANG 2-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
22021030-MAGANG 2-BAB_5.pdf

Download (83kB) | Preview

Abstract

Tata letak bengkel merupakan salah satu aspek penting yang berpengaruh terhadap efektivitas operasional, tingkat keselamatan kerja, serta kelancaran proses perawatan armada. Bengkel Pool DAMRI Ponorogo sebagai fasilitas pemeliharaan dan perbaikan bus masih menghadapi beberapa kendala pada kondisi layout saat ini. Permasalahan tersebut meliputi alur pergerakan kendaraan yang kurang efisien, penempatan peralatan yang belum tertata optimal, belum adanya pembagian zona kerja yang jelas, serta ditemukannya sejumlah potensi bahaya di lingkungan kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kondisi eksisting bengkel sekaligus menyusun rancangan ulang tata letak yang lebih aman, efektif, dan sesuai prinsip ergonomi melalui pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi lapangan, serta penyebaran kuesioner kepada mekanik dan staf administrasi. Hasil identifikasi menunjukkan adanya beberapa sumber risiko, antara lain kebocoran atap, tumpahan oli pada lantai kerja, instalasi listrik yang belum tertutup sempurna, pencahayaan yang kurang memadai, serta belum tersedianya tempat khusus untuk pengelolaan limbah B3. Melalui analisis HIRADC dilakukan penilaian tingkat risiko berdasarkan kemungkinan dan tingkat keparahan, kemudian ditentukan langkah pengendalian sesuai dengan hierarki pengendalian bahaya. Selanjutnya dirancang tiga alternatif layout menggunakan AutoCAD yang divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi melalui SketchUp, kemudian dievaluasi untuk menentukan desain yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penataan ulang dengan pembagian zona kerja yang lebih terstruktur, pemisahan area berisiko tinggi seperti pengelasan, pengaturan ulang gudang suku cadang, serta perbaikan sirkulasi kendaraan mampu meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi kerja. Redesain ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas bengkel sekaligus menjaga keandalan armada DAMRI Ponorogo dalam memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat. Kata kunci: tata letak bengkel, HIRADC, identifikasi bahaya, keselamatan kerja, perancangan ulang fasilitas.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: tata letak bengkel, HIRADC, identifikasi bahaya, keselamatan kerja, perancangan ulang fasilitas.
Subjects: A General Works > AS Academies and learned societies (General)
L Education > L Education (General)
Divisions: Teknologi Rekayasa Otomotif > Teknologi Rekayasa Otomotif
Depositing User: 22021030 22021030
Date Deposited: 26 Feb 2026 02:16
Last Modified: 26 Feb 2026 02:16
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4269

Actions (login required)

View Item View Item