ANALISIS IKLIM KESELAMATAN MENGGUNAKAN METODE NOSACQ-50 DI PT PUTERA BAJA TUNGGAL

WENANZA, OKATAFADION WAHYU (2026) ANALISIS IKLIM KESELAMATAN MENGGUNAKAN METODE NOSACQ-50 DI PT PUTERA BAJA TUNGGAL. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
22021056_SKRIPSI_ABSTRAK.pdf

Download (706kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
22021056_SKRIPSI_BAB 1.pdf

Download (97kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
22021056_SKRIPSI_BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (206kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
22021056_SKRIPSI_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (349kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
22021056_SKRIPSI_BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
22021056_SKRIPSI_BAB 5.pdf

Download (97kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
22021056_SKRIPSI_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

PT Putera Baja Tunggal merupakan perusahaan distribusi petrokimia yang memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga pengelolaan iklim keselamatan menjadi sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat iklim keselamatan kerja di PT Putera Baja Tunggal berdasarkan tujuh dimensi NOSACQ-50. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap seluruh 67 karyawan PT Putera Baja Tunggal sebagai responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner NOSACQ-50, terdiri dari 50 item pernyataan yang mencakup tujuh dimensi iklim keselamatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan persepsi iklim keselamatan, serta menggunakan uji statistik non-parametrik berupa uji Mann-Whitney untuk dua kelompok independen (jenis kelamin dan jabatan) dan uji Kruskal-Wallis untuk lebih dari dua kelompok (pendidikan, usia, dan lama bekerja), mengingat data tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim keselamatan di PT Putera Baja Tunggal memperoleh skor rata-rata sebesar 3,12 dengan kategori cukup baik. Dimensi tertinggi adalah kepercayaan terhadap keampuhan sistem keselamatan (3,24), diikuti manajemen prioritas keselamatan, komitmen, dan kompetensi (3,19). Dimensi terendah adalah prioritas keselamatan dan penolakan risiko para karyawan (2,99), yang mengindikasikan masih adanya normalisasi risiko di kalangan karyawan. Berdasarkan analisis demografi, jenis kelamin (sig. 0,029), jabatan (sig. 0,008), dan pendidikan (sig. 0,007) terbukti berpengaruh signifikan terhadap persepsi iklim keselamatan, sementara usia (sig. 0,502) dan lama bekerja (sig. 0,580) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan program edukasi keselamatan yang terstruktur, penguatan budaya pelaporan near-miss accident, pelibatan aktif karyawan dalam pengambilan keputusan keselamatan, serta penyelenggaraan safety talk dan safety briefing secara rutin untuk membangun iklim keselamatan yang lebih kuat dan berkelanjutan di PT Putera Baja Tunggal.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Iklim Keselamatan, NOSACQ-50, K3, Demografi, PT Putera Baja Tunggal
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Teknologi Rekayasa Otomotif > Teknologi Rekayasa Otomotif
Depositing User: 22021056 22021056
Date Deposited: 22 Jun 2026 01:42
Last Modified: 22 Jun 2026 01:42
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4713

Actions (login required)

View Item View Item