PENINGKATAN KEBIJAKAN PERAWATAN ARMADA MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) STUDI KASUS PT. SHANTIKA BANGUN PERKASA

JUPRI, KOMAR AL (2026) PENINGKATAN KEBIJAKAN PERAWATAN ARMADA MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) STUDI KASUS PT. SHANTIKA BANGUN PERKASA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
22021021_SKRIPSI_ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
22021021_SKRIPSI_BAB_1.pdf

Download (298kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
22021021_SKRIPSI_BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (293kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
22021021_SKRIPSI_BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (665kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
22021021_SKRIPSI_BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (710kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
22021021_SKRIPSI_BAB_5.pdf

Download (185kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
22021021_SKRIPSI_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

PT. Shantika Bangun Perkasa merupakan perusahaan transportasi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang mengoperasikan armada Hino RN pada rute Jepara–Merak. Sistem perawatan armada yang diterapkan masih bersifat reaktif karena bergantung pada laporan pengemudi dan dilakukan setelah kerusakan terjadi. Kondisi tersebut menyebabkan tingginya biaya perawatan, waktu henti tidak terencana, serta meningkatnya risiko keselamatan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem dan komponen dengan frekuensi kerusakan serta biaya perawatan tertinggi, menentukan komponen kritis berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), dan merumuskan kebijakan perawatan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM). Penelitian dilakukan menggunakan data perawatan dan perbaikan armada periode November 2024 hingga Oktober 2025 pada tujuh sistem kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengereman memiliki frekuensi kerusakan tertinggi sebanyak 363 kejadian, sedangkan sistem roda memiliki biaya perawatan tertinggi sebesar Rp411.364.671. Analisis FMEA menunjukkan lima komponen kritis dengan nilai RPN tertinggi, yaitu kompresor, kampas rem, brake chamber, slack adjuster, dan laher roda. Analisis MTBF menghasilkan rekomendasi interval penggantian kampas rem belakang setiap 30 hari dan kampas rem depan setiap 50 hari. Analisis Task Selection mengelompokkan 5 komponen sebagai Time Directed (TD) dan 8 komponen sebagai Condition Directed (CD). Penerapan kebijakan perawatan berbasis RCM diharapkan dapat mengurangi breakdown tidak terencana, mengoptimalkan pengadaan suku cadang, serta meningkatkan keselamatan dan keandalan armada. Kata kunci: Perawatan Armada, Reliability Centered Maintenance, FMEA, MTBF, Biaya Perawatan, Bus Hino RN.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Perawatan Armada, Reliability Centered Maintenance, FMEA, MTBF, Biaya Perawatan, Bus Hino RN.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Teknologi Rekayasa Otomotif > Teknologi Rekayasa Otomotif
Depositing User: 22021021 22021021
Date Deposited: 22 Jun 2026 01:37
Last Modified: 22 Jun 2026 01:37
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4685

Actions (login required)

View Item View Item