ANALISIS KUALITAS TIDUR DAN TEKANAN DARAH PENGEMUDI DALAM PENERAPAN SISTEM DUA PENGEMUDI BUS AKAP (STUDI KASUS: PT INDO TRANSPORT ABDIMAS)

PUTRI, FASISCA ANISSA (2026) ANALISIS KUALITAS TIDUR DAN TEKANAN DARAH PENGEMUDI DALAM PENERAPAN SISTEM DUA PENGEMUDI BUS AKAP (STUDI KASUS: PT INDO TRANSPORT ABDIMAS). Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img] Text (ABSTRAK)
22021040-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB 1)
22021040-SKRIPSI-BAB_1.pdf

Download (102kB)
[img] Text (BAB 2)
22021040-SKRIPSI-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (297kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
22021040-SKRIPSI-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (559kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
22021040-SKRIPSI-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
22021040-SKRIPSI-BAB_5.pdf

Download (112kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
22021040-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang bekerja dengan sistem dua pengemudi rentan mengalami kualitas tidur yang buruk akibat lingkungan bus yang tidak kondusif, sehingga berdampak pada kondisi fisiologis, khususnya tekanan darah. PT Indo Transport Abdimas mencatat peningkatan kecelakaan yang didominasi oleh microsleep pengemudi, sehingga perlu dilakukan analisis mendalam terhadap kualitas tidur dan tekanan darah pengemudi dalam penerapan sistem dua pengemudi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan desain cross-sectional pada 40 pengemudi bus AKAP trayek Jakarta–Magelang. Kualitas tidur diukur secara subjektif menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan secara objektif menggunakan smartwatch, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital, dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengemudi memiliki kualitas tidur buruk (77,5%) dan durasi tidur sangat kurang (<4 jam) sebesar 65% berdasarkan pengukuran smartwatch. Tekanan darah pengemudi didominasi kategori tidak normal, dengan hipertensi stadium 1 sebesar 37,5% dan hipertensi stadium 2 sebesar 20%. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kualitas tidur meliputi kondisi fisik (p=0,003), tingkat stres (p=0,020), kelelahan (p=0,001), durasi mengemudi (p=0,013), lingkungan bus (p=0,005), fasilitas istirahat (p=0,025), dan rute perjalanan (p=0,001). Terdapat hubungan signifikan antara hasil kuesioner PSQI dengan durasi tidur berdasarkan smartwatch (p=0,013), dengan 75% pengemudi mengalami konkordansi negatif dan 22,5% mengalami sleep misperception, merasa tidurnya baik padahal durasi tidur objektif masih sangat kurang. Terdapat pula hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pengemudi (p=0,001), dan seluruh kecelakaan PT Indo Transport Abdimas disebabkan oleh microsleep akibat defisit tidur, sehingga disimpulkan bahwa penerapan sistem dua pengemudi belum sepenuhnya menjamin kualitas tidur yang baik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: kualitas tidur, tekanan darah, sistem dua pengemudi, bus AKAP, PSQI, smartwatch, perilaku pengemudi
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TL Motor vehicles. Aeronautics. Astronautics
Divisions: Teknologi Rekayasa Otomotif > Teknologi Rekayasa Otomotif
Depositing User: 22021040 22021040
Date Deposited: 15 Jun 2026 02:42
Last Modified: 15 Jun 2026 02:42
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4645

Actions (login required)

View Item View Item