IDENTIFIKASI DAN ANALISIS MANAJEMEN BAHAYA RISIKO OPERASIONAL TRANS JOGJA (STUDI KASUS PT ANINDYA MITRA INTERNASIONAL) MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN RCA

KAPOTHA, SANDY INDRA (2026) IDENTIFIKASI DAN ANALISIS MANAJEMEN BAHAYA RISIKO OPERASIONAL TRANS JOGJA (STUDI KASUS PT ANINDYA MITRA INTERNASIONAL) MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN RCA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img] Text (ABSTRAK)
21021030-SKRIPSI_ABSTRAK.pdf

Download (883kB)
[img] Text (BAB 1)
21021030-SKRIPSI-BAB_1.pdf

Download (154kB)
[img] Text (BAB 2)
21021030-SKRIPSI-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (402kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
21021030-SKRIPSI-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (388kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
21021030-SKRIPSI-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
21021030-SKRIPSI-BAB_5.pdf

Download (150kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
21021030-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia memiliki tingkat mobilitas yang tinggi sehingga membutuhkan sistem transportasi yang aman dan andal. Trans Jogja sebagai salah satu moda transportasi publik memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan. Namun, dalam operasionalnya masih terdapat berbagai potensi bahaya yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan, menilai tingkat risiko, serta menentukan pengendalian risiko operasional bus Trans Jogja di PT Anindya Mitra Internasional. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk penilaian risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), serta Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar penyebab permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi kegagalan meliputi variabel pengemudi, kendaraan, dan lingkungan/trayek. Nilai RPN tertinggi terdapat pada aspek perbaikan dan perawatan kendaraan (252), rambu lalu lintas (240), serta kelelahan dan stres pengemudi (216). Hasil RCA menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab risiko adalah aspek manajemen, khususnya terkait pengawasan, penegakan kebijakan, serta perencanaan yang belum optimal. Pengendalian risiko dilakukan terhadap seluruh potensi kegagalan dengan prioritas pada risiko tertinggi melalui pengendalian administratif dan rekayasa, seperti pengaturan jam kerja, peningkatan kompetensi mekanik, serta perbaikan fasilitas keselamatan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan keselamatan dan efektivitas operasional bus Trans Jogja.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: FMEA, RCA, Risiko Operasional, Keselamatan Transportasi, Trans Jogja.
Subjects: T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Teknologi Rekayasa Otomotif > Teknologi Rekayasa Otomotif
Depositing User: 21021030 21021030
Date Deposited: 12 Jun 2026 02:35
Last Modified: 12 Jun 2026 02:35
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4644

Actions (login required)

View Item View Item