NAVYANO, ICHA BERLIANA (2026) EVALUASI KINERJA RUAS JALAN PASAR TRADISIONAL MANGKANG KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN METODE PKJI 2023. Project Report. POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN, TEGAL. (Submitted)
|
Text (ABSTRAK)
22011012-MAGANG 2-ABSTRAK.pdf Download (635kB) |
|
|
Text (BAB 1)
22011012-MAGANG 2-BAB 1.pdf Download (80kB) |
|
|
Text (BAB 2)
22011012-MAGANG 2-BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (161kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
22011012-MAGANG 2-BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (748kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
22011012-MAGANG 2-BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (576kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
22011012-MAGANG 2-BAB 5.pdf Download (73kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22011012-MAGANG 2-LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (303kB) | Request a copy |
Abstract
Jalan Walisongo merupakan jalan arteri nasional yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kabupaten Kendal dengan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) mencapai 53.765 kendaraan per tahun 2024. Keberadaan Pasar Tradisional Mangkang di sepanjang ruas jalan ini menimbulkan hambatan samping yang signifikan berupa parkir di bahu jalan, aktivitas bongkar muat, pergerakan pejalan kaki, serta kendaraan masuk-keluar yang tidak teratur, sehingga berdampak pada penurunan kinerja ruas jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik arus lalu lintas, menghitung kapasitas dan derajat kejenuhan, serta menentukan tingkat pelayanan (Level of Service) ruas jalan tersebut menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan pada jam puncak yang meliputi pencacahan volume lalu lintas, hambatan samping, dan data geometrik jalan. Jalan Walisongo segmen Pasar Mangkang merupakan jalan tipe 4/2-T dengan lebar per lajur 4 meter dan lebar bahu jalan 2 meter. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan volume lalu lintas tertinggi terjadi pada arah Barat-Timur saat jam puncak pagi pukul 06.00–07.00 dengan nilai 3.153,15 skr/jam, sedangkan arah Timur-Barat mencapai puncaknya pada sore hari pukul 16.30–17.30 dengan nilai 2.505,7 skr/jam. Hambatan samping pada arah Timur-Barat berkategori Sedang (323,5) dan arah Barat-Timur berkategori Rendah (292,4). Kapasitas jalan tercatat sebesar 3.536 skr/jam untuk arah Timur-Barat dan 3.606,72 skr/jam untuk arah Barat-Timur. Derajat kejenuhan arah Barat-Timur sebesar 0,87 dengan LoS E, sedangkan arah Timur-Barat sebesar 0,71 dengan LoS C. Melalui pemodelan skenario manajemen lalu lintas berupa sterilisasi bahu jalan, kanalisasi akses pasar, dan pemasangan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), kelas hambatan samping berhasil diturunkan menjadi Sangat Rendah sehingga kapasitas jalan pada kedua arah meningkat menjadi 3.782,16 skr/jam. Hasilnya, derajat kejenuhan arah Barat-Timur turun menjadi 0,83 dengan peningkatan tingkat pelayanan dari LoS E menjadi LoS D, sementara arah Timur-Barat turun menjadi 0,66 dengan LoS C.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | KINERJA RUAS JALAN, VoOLUME LALU LINTAS, HAMBATAN SAMPING, KAPASITAS JALAN, DERAJAT KEJENUHAN, LEVEL OF SERVICE, PKJI 2023 |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements |
| Divisions: | Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan |
| Depositing User: | 22011012 22011012 |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 09:04 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 09:04 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4580 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
