RANCANG BANGUN SISTEM TERINTREGASI AC DAN PEREDUKSI OPASITAS GAS BUANG BERBASIS THERMOELECTRIC DENGAN MEMANFAATKAN ALIRAN BBM PADA MESIN DIESEL

FAUZI, MUHAMMAD BAGAS FU'AD (2026) RANCANG BANGUN SISTEM TERINTREGASI AC DAN PEREDUKSI OPASITAS GAS BUANG BERBASIS THERMOELECTRIC DENGAN MEMANFAATKAN ALIRAN BBM PADA MESIN DIESEL. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img] Text (ABSTRAK)
22021022-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf

Download (537kB)
[img] Text (BAB 1)
22021022-SKRIPSI-BAB_1.pdf

Download (176kB)
[img] Text (BAB 2)
22021022-SKRIPSI-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (537kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
22021022-SKRIPSI-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
22021022-SKRIPSI-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (716kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
22021022-SKRIPSI-BAB_5.pdf

Download (188kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
22021022-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penggunaan Air Conditioner (AC) konvensional pada kendaraan mengandalkan freon sebagai refrigeran yang memiliki nilai Global Warming Potential (GWP) hingga 510 kali lebih tinggi dibandingkan CO₂, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Di samping itu, mesin diesel common rail menghasilkan emisi gas buang dengan tingkat opasitas yang tinggi sebagai akibat dari proses pembakaran yang tidak sempurna. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem terintegrasi AC berbasis Thermoelectric Cooler (TEC) sebagai alternatif pendinginan kabin yang ramah lingkungan, sekaligus sebagai pereduksi opasitas gas buang dengan memanfaatkan aliran bahan bakar pada mesin diesel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan pada engine stand mesin diesel common rail Toyota 2KD berbahan bakar solar dexlite dengan prototipe kabin berskala 1:4. Sistem dirancang dengan memanfaatkan sisi dingin modul TEC1-12706 untuk pendinginan kabin, sementara sisi panas TEC digunakan untuk memanaskan bahan bakar melalui heat exchanger. Dua konfigurasi peletakan modul peltier diujikan, yaitu konfigurasi 5 modul peltier yang disusun sejajar dengan variasi tegangan 7–12 V, serta konfigurasi 10 modul peltier yang disusun secara menumpuk pada tegangan 20 V dengan pembagian 8 V pada sisi atas dan 12 V pada sisi bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi 5 modul peltier sejajar menghasilkan kinerja pendinginan kabin yang lebih optimal, dengan suhu terendah sebesar 27,3°C pada tegangan 10 V dan daya 109,14 W, serta nilai Coefficient of Performance (COP) tertinggi sebesar 0,00351 pada tegangan 9 V. Sementara itu, konfigurasi 10 modul peltier menumpuk terbukti lebih efektif dalam memanaskan bahan bakar hingga mencapai temperatur 46,8°C, yang berdampak pada penurunan opasitas gas buang secara signifikan dari 94,2% menjadi 77,1% melalui peningkatan kualitas proses pembakaran.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Thermoelectric Cooler, Peltier, AC Kendaraan, Opasitas Gas Buang, Mesin Diesel Common Rail, Heat Exchanger
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
T Technology > TL Motor vehicles. Aeronautics. Astronautics
Divisions: Teknologi Rekayasa Otomotif > Teknologi Rekayasa Otomotif
Depositing User: 22021022 22021022
Date Deposited: 21 May 2026 03:39
Last Modified: 21 May 2026 03:39
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4408

Actions (login required)

View Item View Item