PANGESTU, IRAWAN NUR (2026) ANALISIS LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KABUPATEN KARAWANG (STUDI KASUS: RUAS JALAN LINGKAR LUAR TANJUNGPURA). Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.
|
Text (ABSTRAK)
22013073-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
22013073-SKRIPSI-BAB_1.pdf Download (102kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
22013073-SKRIPSI-BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (427kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 3)
22013073-SKRIPSI-BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (368kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 4)
22013073-SKRIPSI-BAB_4.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 5)
22013073-SKRIPSI-BAB_5.pdf Download (114kB) | Preview |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22013073-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kabupaten Karawang tercatat sebagai daerah dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi kedua di Provinsi Jawa Barat, dengan ruas Jalan Lingkar Luar Tanjungpura menempati peringkat kedua sebagai ruas jalan paling rawan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kecelakaan, mengidentifikasi segmen paling rawan, menganalisis potensi bahaya dan nilai risiko, serta merancang penanganan lokasi rawan kecelakaan menggunakan metode Equivalent Accident Number (EAN) dengan nilai BKA dan UCL untuk penentuan blackspot, serta HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) berdasarkan Mulyono dkk. (2009) untuk penilaian potensi bahaya pada segmen yang terpilih. Berdasarkan data kecelakaan tahun 2020–2024, kecelakaan tertinggi terjadi pada tahun 2022 dan 2023 dengan 56 kejadian, dengan tipe paling dominan adalah tabrak depan–belakang, tabrak samping–samping, dan out of control, serta dari hasil perhitungan EAN pada 12 segmen. Segmen 9 ditetapan sebagai lokasi blackspot dengan nilai EAN sebesar 336 yang melebihi nilai BKA 200 dan UCL sebesar 332. Analisis faktor penyebab kecelakaan menemukan pelanggaran berkendara pada faktor manusia, muatan berlebih (ODOL) pada faktor kendaraan, lebar bahu yang tidak memenuhi standar dan jalan berlubang pada faktor jalan, serta kecepatan sesaat sepeda motor pada persentil 85 yang melebihi 60 km/jam di kedua arah pada faktor lingkungan. Hasil identifikasi hazard pada segmen 9 menemukan 9 hazard pada arah Cikampek dan 5 hazard pada arah Bekasi, dengan nilai risiko keseluruhan masing-masing sebesar 175 dan 191, keduanya masuk dalam kategori Cukup Berbahaya (CB), dengan aspek risiko tertinggi berupa belum tersedianya warning light dan rambu petunjuk u-turn pada arah Cikampek serta belum tersedianya rumble strip dan rambu petunjuk u-turn pada arah Bekasi, sehingga rekomendasi penanganan yang diusulkan meliputi pemasangan rambu peringatan dan petunjuk u-turn, warning light, PJU, rumble strip, pengecatan ulang marka jalan, perbaikan jalan berlubang, pelebaran bahu jalan, pembuatan drainase, penertiban pelanggaran lalu lintas, serta sosialisasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | blackspot, EAN, HIRARC, lokasi rawan kecelakaan, inspeksi |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements |
| Divisions: | Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan |
| Depositing User: | Unnamed user with username 22013073 |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 06:25 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 06:25 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4692 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
