OPTIMASI KINERJA LALU LINTAS DAN EMISI GAS BUANG PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL DENGAN PTV VISSIM (STUDI KASUS : SIMPANG JL. INSPEKSI KALIMALANG – JL. SETIA DARMA 2) KABUPATEN BEKASI

MUFADHDHAL, MUHAMMAD FATIH (2026) OPTIMASI KINERJA LALU LINTAS DAN EMISI GAS BUANG PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL DENGAN PTV VISSIM (STUDI KASUS : SIMPANG JL. INSPEKSI KALIMALANG – JL. SETIA DARMA 2) KABUPATEN BEKASI. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
22013078-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf

Download (893kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB_1)
22013078-SKRIPSI-BAB_1.pdf

Download (80kB) | Preview
[img] Text (BAB_2)
22013078-SKRIPSI-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (544kB) | Request a copy
[img] Text (BAB_3)
22013078-SKRIPSI-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (509kB) | Request a copy
[img] Text (BAB_4)
22013078-SKRIPSI-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB_5)
22013078-SKRIPSI-BAB_5.pdf

Download (87kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
22013078-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan kawasan industri di Kabupaten Bekasi berdampak pada peningkatan volume kendaraan yang signifikan, sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas, terutama pada persimpangan bersinyal. Simpang Jl. Inspeksi Kalimalang – Jl. Setia Darma 2 merupakan salah satu titik kritis yang menghubungkan kawasan permukiman, industri, perkantoran, dan pusat perdagangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang dan tingkat polusi udara yang dihasilkan kendaraan, serta memberikan skenario penanganan menggunakan mikrosimulasi PTV VISSIM. Parameter kinerja yang digunakan meliputi derajat kejenuhan, panjang antrean, dan tundaan, sedangkan tingkat pencemaran udara dihitung berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2010. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting simpang berada pada Tingkat Pelayanan (LOS) kategori F, terutama pada jam puncak sore. Pendekat timur mencatat kondisi terparah dengan panjang antrean 476,08 meter dan tundaan 73,20 detik. Parameter HC termasuk pada kategori Berbahaya, mengindikasikan kinerja simpang yang sangat tidak optimal. Empat skenario penanganan diuji melalui simulasi VISSIM, hasil paling siginifikan diperoleh pada skenario persimpangan tak sebidang berupa flyover dengan peningkatan tingkat pelayanan dari kategori F menjadi B serta perbaikan nilai ISPU yang cukup signifikan. Untuk penanganan jangka pendek yang praktis dan dapat segera diimplementasikan, skenario sistem satu arah menjadi rekomendasi utama karena efektif mengurangi tundaan dan emisi gas buang tanpa membutuhkan perubahan pada infrastruktur persimpangan yang ada. Skenario persimpangan tak sebidang diusulkan sebagai solusi jangka panjang karena mampu meningkatkan kinerja simpang sekaligus menurunkan emisi gas buang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kinerja Lalu Lintas, Simpang Bersinyal, Mikrosimulasi PTV VISSIM, Tundaan, Tingkat Pelayanan, Emisi Kendaraan, ISPU
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Depositing User: 22013078 22013078
Date Deposited: 18 Jun 2026 06:24
Last Modified: 18 Jun 2026 06:24
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4690

Actions (login required)

View Item View Item