MARIANO, ALDO NABILLA VALIANT (2026) MIKROSIMULASI VISSIM DAN METODE TOPSIS PADA OPTIMASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL BERDEKATAN. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.
|
Text (ABSTRAK)
22011002-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 1)
22011002-SKRIPSI-BAB_1.pdf Download (75kB) |
|
|
Text (BAB 2)
22011002-SKRIPSI-BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (246kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
22011002-SKRIPSI-BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (589kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
22011002-SKRIPSI-BAB_4.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
22011002-SKRIPSI-BAB_5.pdf Download (88kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22011002-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Kapasitas jalan yang tidak sebanding dengan volume kendaraan akan berpengaruh terhadap penurunan kecepatan dan waktu tempuh yang lebih lama sehingga kinerja lalu lintas juga menurun. Simpang Fatmawati dan Simpang Soekarno Hatta di Jl. Brigjen Sudiarto yang berjarak 80 meter mengalami kemacetan signifikan akibat kinerja lalu lintas yang belum optimal. Meskipun lokasi pernah menjadi objek penelitian yang merekomendasikan beberapa rekayasa lalu lintas, namun belum mengubah kinerja secara signifikan dan belum pernah diuji melalui simulasi. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan kinerja kedua simpang secara bersamaan menggunakan simulasi mikroskopis PTV VISSIM, yang divalidasi dengan metode Scalable Quality Value (SQV) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE), menghasilkan nilai SQV 0,95 dan MAPE 13,3%. Kondisi eksisting menunjukkan Simpang Fatmawati memiliki tundaan 50,7 det/kend, panjang antrean 53,7 m, dan waktu tempuh 48,1 det, sedangkan Simpang Soekarno Hatta mencatat tundaan 51,7 det/kend, panjang antrean 68,8 m, dan waktu tempuh 76,9 det, keduanya pada LOS D dengan total 1.725 konflik lalu lintas. Enam skenario rekayasa lalu lintas disimulasikan, meliputi optimasi waktu siklus, pelebaran geometrik, pelarangan belok kanan, kombinasi antar skenario, dan pembangunan flyover. Pemilihan skenario terbaik menggunakan metode TOPSIS dengan kriteria tundaan (35%), konflik (30%), waktu tempuh (20%), dan panjang antrean (15%). Skenario flyover dengan waktu siklus 144 detik menghasilkan jumlah konflik terendah dan Kinerja teroptimal dengan nilai preferensi (Cᵢ = 0,8119).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kinerja Simpang Bersinyal, Simpang Bersinyal Berdekatan, VISSIM, TOPSIS |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan |
| Depositing User: | 22011002 22011002 |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 09:08 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 09:08 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4640 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
