ANALISIS PENENTUAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN MENGGUNAKAN METODE EAN DAN UCL PADA WILAYAH KABUPATEN LUMAJANG

OCTAVIOLIENA, ZAHWA (2026) ANALISIS PENENTUAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN MENGGUNAKAN METODE EAN DAN UCL PADA WILAYAH KABUPATEN LUMAJANG. Project Report. POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN, TEGAL. (Submitted)

[img] Text (ABSTRAK)
22011029-MAGANG 2-ABSTRAK.pdf

Download (860kB)
[img] Text (BAB 1)
22011029-MAGANG 2-BAB_1.pdf

Download (110kB)
[img] Text (BAB 2)
22011029-MAGANG 2-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (126kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
22011029-MAGANG 2-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (669kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
22011029-MAGANG 2-BAB_4.pdf

Download (69kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
22011029-MAGANG 2-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan serius di Kabupaten Lumajang, salah satu wilayah dengan angka kecelakaan yang cukup tinggi di Jawa Timur. Tingginya volume kendaraan, rendahnya kedisiplinan pengguna jalan, serta kondisi infrastruktur yang belum memadai menjadi faktor-faktor penyebab utama terbentuknya daerah rawan kecelakaan. Mengingat luasnya wilayah administratif Kabupaten Lumajang yang terdiri dari 21 kecamatan, diperlukan pendekatan analisis yang sistematis dan terukur untuk mengidentifikasi secara spesifik kecamatan mana saja yang tergolong sebagai daerah rawan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecamatan dengan frekuensi kecelakaan tertinggi serta menetapkan daerah rawan kecelakaan (DRK) di Kabupaten Lumajang. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa rekap kejadian kecelakaan lalu lintas selama tiga tahun terakhir (2023–2025) yang diperoleh dari Satlantas Polres Lumajang. Analisis dilakukan menggunakan metode Equivalent Accident Number (EAN) untuk mengukur tingkat keparahan kecelakaan secara terbobot berdasarkan kategori korban—meninggal dunia (bobot 12), luka berat (bobot 6), dan luka ringan (bobot 3)—serta metode Upper Control Limit (UCL) sebagai ambang batas statistik untuk mengklasifikasikan suatu kecamatan sebagai DRK. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari total 681 kejadian kecelakaan selama periode pengamatan dengan 2.313 korban (280 meninggal dunia, 45 luka berat, dan 1.988 luka ringan), Kecamatan Lumajang mencatat frekuensi tertinggi dengan 111 kejadian atau 16,30% dari total kecelakaan. Dari 21 kecamatan yang dianalisis, teridentifikasi 10 kecamatan (47,62%) sebagai Daerah Rawan Kecelakaan karena nilai EAN-nya melampaui nilai UCL rata-rata sebesar 460,47. Kesepuluh DRK tersebut secara berurutan adalah Kecamatan Lumajang (EAN=1.212), Tempeh (EAN=852), Pasirian (EAN=777), Sukodono (EAN=762), Kedungjajang (EAN=717), Klakah (EAN=603), Sumbersuko (EAN=603), Jatiroto (EAN=585), Candipuro (EAN=570), dan Randuagung (EAN=468). Kesepuluh DRK ini secara kumulatif menyumbang 74,52% dari total EAN Kabupaten Lumajang. Selain itu, tren kejadian kecelakaan menunjukkan penurunan konsisten dari 685 kasus pada tahun 2023 menjadi 372 kasus pada tahun 2025, mengindikasikan adanya perbaikan kondisi keselamatan lalu lintas di wilayah tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan keselamatan jalan perlu diprioritaskan pada 10 kecamatan DRK yang teridentifikasi, dengan strategi yang berbeda sesuai karakteristik masing-masing wilayah, mencakup perbaikan infrastruktur jalan, penerapan traffic calming, peningkatan penegakan hukum, serta edukasi keselamatan berkendara secara berkelanjutan.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: daerah rawan kecelakaan, Equivalent Accident Number (EAN), Upper Control Limit (UCL), kecelakaan lalu lintas, Kabupaten Lumajang
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Depositing User: 22011029 22011029
Date Deposited: 25 May 2026 00:50
Last Modified: 25 May 2026 00:50
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4433

Actions (login required)

View Item View Item