MASITHA, CHRISANDA PUTRI RINDA (2026) ANALISIS TARIF BUS RAPID TRANSIT (BRT) TRANS SEMARANG BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.
|
Text (ABSTRAK)
22011008-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
22011008-SKRIPSI-BAB 1.pdf Download (92kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
22011008-SKRIPSI-BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (329kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 3)
22011008-SKRIPSI-BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (312kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 4)
22011008-SKRIPSI-BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 5)
22011008-SKRIPSI-BAB 5.pdf Download (95kB) | Preview |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22011008-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Transportasi umum perkotaan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di wilayah perkotaan. Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang merupakan salah satu layanan transportasi massal yang dikembangkan. Pemerintah Kota Semarang untuk menyediakan layanan transportasi yang cepat, aman, nyaman, dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran tarif BRT Trans Semarang Koridor I rute Terminal Mangkang–Terminal Penggaron berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability to Pay (ATP), dan Willingness to Pay (WTP) pengguna. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei lapangan, wawancara, observasi, serta penyebaran kuesioner kepada pengguna BRT Trans Semarang Koridor 1 sebanyak 100 responden. Analisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dilakukan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP.2752/AJ.206/DRJD/2021. Analisis ATP dilakukan berdasarkan tingkat pendapatan, alokasi biaya transportasi, dan frekuensi penggunaan angkutan umum, sedangkan analisis WTP dilakukan berdasarkan persepsi pengguna terhadap tarif yang bersedia dibayarkan. Penelitian ini juga menggunakan analisis grafik dan persamaan polinomial untuk mengetahui hubungan antara ATP dan WTP dalam menentukan tarif rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) lebih tinggi dibandingkan tarif eksisting yang berlaku pada BRT Trans Semarang. Hasil analisis ATP dan WTP menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna masih mampu dan bersedia membayar tarif layanan BRT Trans Semarang, namun diperlukan penyesuaian tarif yang mempertimbangkan kemampuan masyarakat, kualitas pelayanan, serta keberlanjutan operasional transportasi umum. Selain itu, hasil analisis menunjukkan perlunya dukungan subsidi pemerintah agar operasional BRT tetap berjalan optimal dan tarif tetap terjangkau bagi masyarakat. Kata kunci : BRT Trans Semarang, Biaya Operasional Kendaraan, Ability to Pay, Willingness to Pay, tarif transportasi umum.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | BRT Trans Semarang, Biaya Operasional Kendaraan, Ability to Pay, Willingness to Pay, tarif transportasi umum. |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan |
| Depositing User: | 22011008 22011008 |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 08:11 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 08:11 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4929 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
