SAPUTRA, DANDY AJI (2026) ANALISIS PERGESERAN PENGGUNA ANGKUTAN UMUM KE KENDARAAN PRIBADI DI KABUPATEN TEGAL DENGAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS). Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.
|
Text (ABSTRAK)
22013067-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf Download (380kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
22013067-SKRIPSI-BAB_1.pdf Download (68kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
22013067-SKRIPSI-BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (178kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 3)
22013067-SKRIPSI-BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (238kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 4)
22013067-SKRIPSI-BAB_4.pdf Restricted to Registered users only Download (413kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 5)
22013067-SKRIPSI-BAB_5.pdf Download (80kB) | Preview |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22013067-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Pergeseran pengguna angkutan umum ke kendaraan pribadi di Kabupaten Tegal ini terjadi karena penggunaan kendaraan pribadi terus meningkat, sedangkan kinerja angkutan umum masih belum optimal, terutama pada aspek layanan, aksesibilitas, waktu tunggu, dan minat masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner kepada responden yang pernah menggunakan angkutan umum dan kendaraan pribadi. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, Exploratory Factor Analysis (EFA), dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Variabel yang diteliti meliputi keamanan, tarif, keselamatan, psikologis dan sosial, aksesibilitas, serta layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek tarif dan keselamatan memperoleh penilaian tertinggi, masing-masing sebesar 18%. Hasil EFA menunjukkan nilai KMO sebesar 0,802 dan membentuk tujuh faktor utama dengan kontribusi 65,254%. Faktor paling dominan adalah kelayakan layanan dan rasa aman pengguna. Hasil AHP menunjukkan bahwa faktor keselamatan menjadi prioritas utama sebesar 21,0%, diikuti keamanan 20,5%, tarif 16,4%, layanan 14,7%, psikologis dan sosial 13,8%, serta aksesibilitas 13,6%. Alternatif kendaraan pribadi memperoleh bobot 62,0%, sedangkan angkot atau bus kecil 38,0%. Dengan demikian, masyarakat Kabupaten Tegal lebih cenderung memilih kendaraan pribadi karena dianggap lebih aman, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan harian. Analisis ini merekomendasikan strategi peningkatan penggunaan angkutan umum perlu diarahkan pada peningkatan keselamatan, keamanan, kualitas layanan, kepastian waktu operasional, transparansi tarif, perbaikan trayek, dan penyediaan informasi rute yang jelas.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pergeseran moda, angkutan umum, kendaraan pribadi, Analytical Hierarchy Process |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements |
| Divisions: | Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan |
| Depositing User: | Dandy Aji Saputra |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 04:16 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 04:16 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4756 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
