EVALUASI GEOMETRIK JALAN TURUNAN SILAYUR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESELAMATAN JALAN PADA DAERAH RAWAN KECELAKAAN

ANJANI, RISKA DWI (2026) EVALUASI GEOMETRIK JALAN TURUNAN SILAYUR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESELAMATAN JALAN PADA DAERAH RAWAN KECELAKAAN. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
22011026-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf

Download (613kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
22011026-SKRIPSI-BAB_1.pdf

Download (153kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
22011026-SKRIPSI-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (577kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
22011026-SKRIPSI-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (487kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
22011026-SKRIPSI-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
22011026-SKRIPSI-BAB_5.pdf

Download (300kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
22011026-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (910kB) | Request a copy

Abstract

Turunan Silayur pada ruas Jalan Prof. Hamka-Jalan Moch. Ikhsan, Kota Semarang, merupakan daerah rawan kecelakaan dengan karakteristik geometrik jalan yang berisiko tinggi terhadap keselamatan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi blackspot, mengevaluasi kondisi geometrik jalan, serta menganalisis temuan Audit Keselamatan Jalan (AKJ) pada ruas tersebut menggunakan metode Equivalent Accident Number dan Upper Control Limit (EAN&UCL). Evaluasi geometrik berdasar pada Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021, dan Audit Keselamatan Jalan terhadap perlengkapan serta fasilitas keselamatan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 102 kejadian kecelakaan selama tahun 2021-2025 teridentifikasi 8 segmen blackspot dengan 4 segmen prioritas penanganan, di mana kondisi geometrik jalan menurun menjadi faktor dominan pada 47,06% kejadian kecelakaan. Segmen 1 (STA 2+700-3+500) merupakan segmen paling kritis karena memiliki kelandaian 7% yang melebihi batas maksimum medan bukit, tiga dari enam tikungan tidak memenuhi radius minimum, serta jarak pandang henti yang berada di bawah standar. Selain itu, Audit Keselamatan Jalan menghasilkan 53 temuan dengan 20 kategori berat, meliputi tidak tersedianya guardrail, lebar bahu jalan yang tidak memenuhi standar, ketidaklengkapan rambu dan marka, serta tidak adanya median fisik pemisah arus lalu lintas. Berdasarkan hasil penelitian, kecelakaan berulang di Turunan Silayur tidak hanya disebabkan oleh faktor manusia, tetapi juga dipengaruhi oleh kegagalan sistemik pada aspek perancangan dan pemeliharaan infrastruktur jalan, sehingga diperlukan penanganan teknis berupa redesain alinyemen horizontal tipe Spiral-Circle-Spiral, koreksi kelandaian, pemasangan guardrail, serta peningkatan perlengkapan jalan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan mengurangi potensi kecelakaan fatal di ruas tersebut.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: daerah rawan kecelakaan, geometrik jalan, Audit Keselamatan Jalan, perencanaan geometrik jalan.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Depositing User: 22011026 22011026
Date Deposited: 24 Jun 2026 01:10
Last Modified: 24 Jun 2026 01:10
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4740

Actions (login required)

View Item View Item