EVALUASI KONFLIK LALU LINTAS DI PERLINTASAN SEBIDANG MENGGUNAKAN SWEDISH TRAFFIC CONFLICT TECHNIQUE (STCT)

RAYNANTA, LUTHFI (2026) EVALUASI KONFLIK LALU LINTAS DI PERLINTASAN SEBIDANG MENGGUNAKAN SWEDISH TRAFFIC CONFLICT TECHNIQUE (STCT). Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
22011016-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf

Download (676kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
22011016-SKRIPSI-BAB_1.pdf

Download (101kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
22011016-SKRIPSI-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (611kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
22011016-SKRIPSI-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (538kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
22011016-SKRIPSI-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
22011016-SKRIPSI-BAB_5.pdf

Download (107kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
22011016-SKRIPSI-BAB-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

JPL 114 OP Solo Jebres merupakan perlintasan sebidang pada Jalan Jend. Urip Sumoharjo, Kota Surakarta, dengan volume lalu lintas jam puncak mencapai 1.085,7 smp/jam (utara) dan 1.226,2 smp/jam (selatan). Tingginya volume lalu lintas, frekuensi kereta yang padat, serta perilaku pelanggaran pengendara berupa menunggu di lajur berlawanan arah dan melawan arus memicu terjadinya konflik lalu lintas antar kendaraan. Penelitian ini menganalisis karakteristik konflik menggunakan metode Swedish Traffic Conflict Technique (STCT) berbasis perekaman drone pada jam puncak, serta mengevaluasi dampak penambahan median dan banner sebagai rekomendasi perbaikan. Hasil analisis eksisting menunjukkan 40 konflik dengan komposisi Queueing 55%, Merging 42,5%, dan Crossing 2,5%, di mana 32,5% merupakan konflik serius. Rata-rata tundaan tercatat 298 detik (selatan) dan 322 detik (utara) dengan panjang antrean 53,89 m dan 66,02 m. Skenario 1 (median 6 meter dan banner) mampu menurunkan konflik sebesar 23% dan tundaan 27–32% tanpa meningkatkan proporsi konflik serius. Skenario 2 (median 23 dan 20 meter dan banner) memberikan penurunan tundaan lebih besar (29–40%), namun disertai kenaikan proporsi konflik serius sebesar 14,6% akibat peningkatan kecepatan kendaraan. Hasil uji Friedman menunjukkan perbedaan yang signifikan pada panjang antrean arah selatan, tundaan arah utara, dan pelanggaran mengisi ruas berlawanan dari arah utara, sedangkan variabel lainnya belum menunjukkan perbedaan yang signifikan. Hasil uji Chi-Square tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada proporsi keseriusan konflik antar skenario. Secara deskriptif, Skenario 1 dinilai lebih optimal karena mampu menurunkan konflik dan tundaan tanpa meningkatkan keseriusan konflik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Perlintasan sebidang, konflik lalu lintas, Swedish Traffic Conflict Technique, median, tundaan, panjang Antrean
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Depositing User: 22011016 22011016
Date Deposited: 18 Jun 2026 07:19
Last Modified: 18 Jun 2026 07:19
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4697

Actions (login required)

View Item View Item