ANALISIS JENIS PENYAMBUNGAN PADA PERBAIKAN CHASSIS TERHADAP UMUR KELELAHAN DENGAN METODE FINITE ELEMENT ANALYSIS (FEA)

ADIFRIARTI, SUHARYANI CAHYA (2026) ANALISIS JENIS PENYAMBUNGAN PADA PERBAIKAN CHASSIS TERHADAP UMUR KELELAHAN DENGAN METODE FINITE ELEMENT ANALYSIS (FEA). Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
22021057-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf

Download (360kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
22021057-SKRIPSI-BAB 1.pdf

Download (195kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
22021057-SKRIPSI-BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (588kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
22021057-SKRIPSI-BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (742kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
22021057-SKRIPSI-BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (587kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
22021057-SKRIPSI-BAB 5.pdf

Download (192kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
22021057-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Chassis kendaraan angkutan barang rentan mengalami keretakan akibat beban muatan yang berulang selama operasional. Perbaikan chassis umumnya dilakukan menggunakan plat lakop dengan metode penyambungan pengelasan, paku keling, atau kombinasi keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi tegangan pada area sambungan, nilai safety factor, dan prediksi umur kelelahan chassis setelah perbaikan menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA). Simulasi dilakukan pada chassis kendaraan Hino FG 260 JJ dengan beban muatan 6.000 kg sesuai Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI). Variabel bebas meliputi tiga metode penyambungan yaitu pengelasan, paku keling, dan kombinasi keduanya, dua jenis elektroda yaitu E60 dan E70, serta tiga variasi ketebalan plat lakop yaitu 6 mm, 10 mm, dan 14 mm. Analisis tegangan menggunakan Von Mises Stress, safety factor dihitung berdasarkan perbandingan kekuatan luluh material terhadap tegangan maksimum, dan prediksi umur kelelahan dihitung menggunakan rumus Fatigue Stress Range (FSR) sesuai AWS D1.1/D1.1M:2020 Kategori E. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengelasan menghasilkan nilai tegangan Von Mises Stress maksimum tertinggi di area sambungan berkisar antara 105,8 hingga 106,4 MPa pada seluruh ketebalan plat, sedangkan metode paku keling secara konsisten menghasilkan tegangan terendah berkisar antara 32,8 hingga 81,7 MPa. Seluruh variasi pada ketiga ketebalan plat menghasilkan nilai safety factor di atas batas minimum 1,25 sehingga dinyatakan aman secara struktural, dengan metode paku keling menghasilkan nilai tertinggi berkisar antara 3,37 hingga 8,38 dan metode pengelasan menghasilkan nilai yang konsisten berkisar antara 2,58 hingga 2,64. Prediksi umur kelelahan pada area sambungan berkisar antara 164,63 hingga 9.196,71 tahun tergantung variasi dan skenario operasional, dimana metode paku keling secara konsisten menghasilkan prediksi umur terpanjang. Secara keseluruhan, seluruh variasi metode penyambungan pada ketiga ketebalan plat terbukti mampu menopang beban muatan maksimal sesuai JBI dan layak direkomendasikan sebagai pilihan perbaikan chassis yang aman secara struktural.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Chassis, Fatigue Life, FEA, Safety Factor, AWS D1.1
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
T Technology > TS Manufactures
Divisions: Teknologi Rekayasa Otomotif > Teknologi Rekayasa Otomotif
Depositing User: 22021057 22021057
Date Deposited: 17 Jun 2026 04:48
Last Modified: 17 Jun 2026 04:48
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4676

Actions (login required)

View Item View Item