LAKSANA, LUCKY ANDRIAN PUTRA (2026) OPTIMALISASI RUTE ANGKUTAN UMUM BERBASIS ANALISIS DATA SPASIAL DAN MULTI-CRITERIA DECISION ANALYSIS. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.
|
Text (ABSTRAK)
22011015-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf Download (974kB) |
|
|
Text (BAB 1)
22011015-SKRIPSI-BAB_1.pdf Download (85kB) |
|
|
Text (BAB 2)
22011015-SKRIPSI-BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (583kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
22011015-SKRIPSI-BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (560kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
22011015-SKRIPSI-BAB_4.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 5)
22011015-SKRIPSI-BAB_5.pdf Download (100kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22011015-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Batik Solo Trans (BST) merupakan sistem angkutan umum berbasis Bus Rapid Transit (BRT) yang beroperasi di Kota Surakarta sejak tahun 2010. Koridor K3 dan K4 menghadapi permasalahan kinerja yang ditunjukkan oleh nilai load factor di bawah standar minimum 0,70, masing-masing sebesar 0,4921 dan 0,3637 pada Juni 2025, serta tingkat redundansi layanan yang tinggi dengan nilai overlap mencapai 96,34% pada K3 dan 66,55% pada K4. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik spasial rute eksisting, menentukan bobot kepentingan kriteria spasial, dan merancang rute optimal K3 dan K4 menggunakan integrasi metodologi Geographic Information System (GIS), Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA), dan Ant Colony Optimization (ACO). Analisis spasial dilakukan menggunakan QGIS untuk menghitung empat kriteria: jarak tempuh (C1), cakupan populasi (C2), aksesibilitas fasilitas publik (C3), dan area overlap antar koridor (C4). Pembobotan kriteria dilakukan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan melibatkan lima responden ahli, menghasilkan bobot W = (0,0750; 0,4072; 0,4394; 0,0784) dengan Consistency Ratio sebesar 0,0048. Bobot tersebut diintegrasikan ke dalam fitness function ACO sebagai koefisien pembobot dalam proses optimasi rute. Hasil optimasi menunjukkan peningkatan nilai fitness pada seluruh koridor: K3 Berangkat meningkat +15,9% (dari 0,4643 menjadi 0,5381), K3 Pulang meningkat +9,8% (dari 0,4519 menjadi 0,4960), dan K4 meningkat +23,2% (dari 0,4262 menjadi 0,5252). Secara spasial, rute optimal K3 meningkatkan cakupan populasi sebesar +6,1% dan aksesibilitas fasilitas publik sebesar +7,4%. Proyeksi load factor menunjukkan K3 meningkat dari 0,4921 menjadi 0,5253 (+6,7%), namun keduanya masih di bawah standar minimum 0,70, mengindikasikan bahwa optimasi rute merupakan prasyarat yang perlu diimbangi dengan strategi komplementer peningkatan permintaan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Batik Solo Trans, Optimasi Rute, GIS, Ant Colony Optimization, MCDA-AHP. |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan |
| Depositing User: | 22011015 22011015 |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 00:58 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 00:58 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4605 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
