ERHATMONO, BIMO NOVIAJI (2026) LAPORAN MAGANG II ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN PENGEMUDI TERHADAP BAHAYA BAN PECAH DI JALAN TOL SURABAYA MOJOKERTO. Project Report. POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN, TEGAL. (Submitted)
|
Text (ABSTRAK)
22013066-MAGANG 2-Abstrak.pdf Download (694kB) |
|
|
Text (BAB I)
22013066-MAGANG 2-Bab_I.pdf Download (406kB) |
|
|
Text (BAB II)
22013066-MAGANG 2-Bab_II.pdf Restricted to Registered users only Download (511kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
22013066-Magang 2-Bab_III.pdf Restricted to Registered users only Download (524kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
22013066-MAGANG 2-Bab_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (74kB) | Request a copy |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22013066-MAGANG 2-Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (885kB) | Request a copy |
Abstract
Kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi di jalan tol, termasuk kecelakaan yang disebabkan oleh ban pecah. Kondisi ini dapat menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa sehingga perlu mendapat perhatian khusus. Selama pelaksanaan Magang II di PT Jasamarga Surabaya Mojokerto, dilakukan kajian mengenai tingkat pemahaman pengemudi terhadap bahaya ban pecah di Jalan Tol Surabaya–Mojokerto. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan pengemudi mengenai faktor penyebab, tanda-tanda kerusakan ban, serta tindakan yang tepat untuk mencegah dan menangani kejadian ban pecah saat berkendara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pengguna Jalan Tol Surabaya–Mojokerto. Selain itu, dilakukan analisis terhadap data kecelakaan tahun 2025 yang diperoleh dari PT Jasamarga Surabaya Mojokerto untuk mengetahui gambaran kejadian kecelakaan yang disebabkan oleh ban pecah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 39 kejadian kecelakaan yang tercatat pada tahun 2025, sebanyak 14 kejadian disebabkan oleh ban pecah. Hasil pengukuran tingkat pemahaman pengemudi menunjukkan nilai rata-rata sebesar 59,8% atau dibulatkan menjadi 60%. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengemudi telah memiliki pemahaman yang cukup mengenai bahaya ban pecah. Namun, masih terdapat sekitar 40% pengemudi yang belum memahami secara optimal beberapa aspek penting, seperti penggunaan ban aus, retakan pada dinding ban, pentingnya pemeriksaan kondisi ban sebelum perjalanan, pengaruh tekanan angin yang tidak sesuai, usia pakai ban, serta tindakan yang tepat saat terjadi ban pecah. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan upaya peningkatan edukasi keselamatan berkendara melalui sosialisasi, kampanye keselamatan, dan penyediaan fasilitas pengecekan kondisi ban di rest area. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengemudi sehingga risiko kecelakaan akibat ban pecah di jalan tol dapat diminimalkan.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ban pecah, Keselamatan berkendara, Jalan tol, Pemahaman pengemudi, Kecelakaan lalu lintas. |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform Q Science > QP Physiology T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements T Technology > TL Motor vehicles. Aeronautics. Astronautics |
| Divisions: | Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan |
| Depositing User: | 22013066 22013066 |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 02:38 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 02:38 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4539 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
