MANAJEMEN BAHAYA DAN RISIKO PENGIRIMAN BBM MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN FISHBONE DIAGRAM PADA RUTE BOYOLALI – PACITAN

PUTRA, RAFIF ATHARAMADHAN DENA (2025) MANAJEMEN BAHAYA DAN RISIKO PENGIRIMAN BBM MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN FISHBONE DIAGRAM PADA RUTE BOYOLALI – PACITAN. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
21013082-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
21013082-SKRIPSI-BAB_1.pdf

Download (112kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
21013082-SKRIPSI-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (304kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
21013082-SKRIPSI-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (434kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
21013082-SKRIPSI-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (841kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
21013082-SKRIPSI-BAB_5.pdf

Download (136kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
21013082-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Distribusi bahan bakar minyak (BBM) merupakan proses vital yang membutuhkan sistem keselamatan transportasi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelola bahaya serta risiko dalam pengiriman BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Boyolali menuju SPBU Lorok, Pacitan, menggunakan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fishbone Diagram. Metode ini dipilih untuk menilai tingkat keparahan, kemungkinan kejadian, serta kemampuan deteksi terhadap potensi kegagalan dalam tiga aspek utama, yaitu pengemudi (Awak MobilTangki/AMT), kendaraan tangki, dan lingkungan jalur distribusi. Penelitian dilakukan melalui pengumpulan data primer dan sekunder, wawancara, observasi lapangan, serta analisis dokumen pendukung. Hasil FMEA menunjukkan bahwa beberapa risiko dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tinggi ditemukan pada aspek kelelahan pengemudi, kegagalan fungsi rem kendaraan, dan medan jalan ekstrem dengan elevasi tinggi. Selanjutnya, Fishbone Diagram digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab risiko-risiko tersebut, yang sebagian besar disebabkan oleh faktor manusia,kurangnya perawatan kendaraan, serta kondisi jalan yang kurang mendukung. Sebagai tindak lanjut, penelitian ini memberikan rekomendasi pengendalian risiko yang mencakup peningkatan pelatihan dan jam kerja pengemudi, perawatan berkala kendaraan tangki, serta evaluasi rute distribusi BBM untuk meminimalkan potensi kecelakaan. Dengan penerapan manajemen risiko yang tepat, diharapkan tercipta sistem distribusi BBM yang lebih aman dan andal. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan strategis bagi PT Pertamina dan pihak terkait dalam meningkatkan sistem manajemen keselamatan transportasi bahan bakar di Indonesia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Manajemen risiko, distribusi BBM, FMEA, Fishbone Diagram, keselamatan transportasi, TBBM Pertamina Boyolali
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Depositing User: 21013082 21013082
Date Deposited: 22 Aug 2025 07:45
Last Modified: 28 Aug 2025 06:20
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4108

Actions (login required)

View Item View Item