ANALISIS PELANGGARAN LALU LINTAS SEBELUM DAN SESUDAH ADANYA PENERAPAN ETLE (ELECTRONIC TRAFFIC LAW ENFORCEMENT) PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN BREBES

LATIFAH, WINDA ASSY FATUL (2022) ANALISIS PELANGGARAN LALU LINTAS SEBELUM DAN SESUDAH ADANYA PENERAPAN ETLE (ELECTRONIC TRAFFIC LAW ENFORCEMENT) PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN BREBES. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img] Text (ABSTRAK)
18010537-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf

Download (540kB)
[img] Text (BAB 1)
18010537-SKRIPSI-BAB_1.pdf

Download (85kB)
[img] Text (BAB 2)
18010537-SKRIPSI-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (188kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
18010537-SKRIPSI-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (650kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
18010537-SKRIPSI-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (696kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
18010537-SKRIPSI-BAB_5.pdf

Download (64kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
18010537-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (893kB) | Request a copy

Abstract

Pelanggaran lalu lintas masih banyak terjadi di wilayah Indonesia, untuk itu dibuatlah sebuah inovasi yang dilakukan oleh POLRI berupa inovasi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement ) yang memanfaatkan kemajuan teknologi CCTV yang menggantikan tilang manual dengan tilang elektronik dengan tujuan untuk menertibkan dan mengurangi pelanggaran lalu lintas. Penerapan ETLE di terapkan secara nasional pada tanggal 23 Maret 2021, salah satunya di Kabupaten Brebes. Dengan adanya penerapan ini maka, dapat dilihat bagaimana pelanggaran lalu lintas sebelum diterapkannya ETLE, bagaimana pelanggaran lalu lintas sesudah diterapkannya ETLE, dan bagaimanakah perbedaan pelanggaran lalu lintas sebelum dan sesudah diterapkannya ETLE. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode survey volume lalu lintas, observasi, dokumentasi berupa data pelanggaran lalu lintas, dan kuesioner yang disebarkan melalui google form. Data telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan uji paired t-test dalam menguji hipotesis penelitian. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan pelanggaran lalu lintas sebelum adanya ETLE yaitu berjumlah 11.878 pelanggaran dengan 2 jenis pelanggaran masih sering dilakukan adalah pelanggaran sering lalai mematikan lampu sein dan memakai sabuk pengaman. Pada pelanggaran lalu lintas setelah adanya ETLE menunjukkan terjadi 9.808 pelanggaran lalu lintas dengan pelanggaran yang masih banyak terjadi pada pengendara sepeda motor adalah lupa menyalakan lampu pada siang hari dan pada kendaraan roda empat atau lebih adalah lupa memakai sabuk pengaman. Adapun terdapat perbedaan antara pelanggaran lalu lintas sebelum penerapan dan sesudah penerapan dengan menurunnya jumlah pelanggaran sebanyak 2.070 pelanggaran atau sebesar 17,43%. Hasil uji paired t-test non-parametrik yaitu uji wilcoxon diketahui nilai sig adalah 0 dimana nilai tersebut kurang dari 0,05 yang menunjukkan terdapat perbedaan antara sebelum ETLE dengan sesudah, dengan nilai perbedaan 4,52 yang menggambarkan adanya peningkatan kesadaran akan mematuhi aturan lalu lintas setelah adanya ETLE.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), pelanggaran lalu lintas, uji beda, uji wilcoxon
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Depositing User: 18.01.0537 18.01.0537
Date Deposited: 11 Aug 2022 02:15
Last Modified: 11 Aug 2022 02:15
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/244

Actions (login required)

View Item View Item