ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KONDISI AQUAPLANING

UTOMO, BAGAS TRI (2021) ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KONDISI AQUAPLANING. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img] Text (ABSTRAK)
18030517-KKW-ABSTRAK.pdf

Download (727kB)
[img] Text (BAB 1)
18030517-KKW-BAB_1.pdf

Download (153kB)
[img] Text (BAB 2)
18030517-KKW-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (272kB)
[img] Text (BAB 3)
18030517-KKW-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (446kB)
[img] Text (BAB 4)
18030517-KKW-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (424kB)
[img] Text (BAB 5)
18030517-KKW-BAB_5.pdf

Download (159kB)

Abstract

Melakukan pengujian kondisi kedalaman alur ban yang standar dengan kecepatan yang bervarisai. Pada kecepatan berapakah terjadi kondisi aquaplaning. Melakukan pengujian dengan varisai kedalaman alur ban yang berbeda – beda dengan kecepatan konstan pada kondisi alur ban seperti apakah akan terjadi aquaplaning. Menurut Arikunto (Arikunto 2002) metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data penelitiannya. Berdasarkan penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa metode penelitian adalah cara yang dipergunakan untuk mengumpulkan data observasi. Menurut Prof. Heru observasi adalah suatu pengamatan yang menunjukkan simulasi merupakan teknik penyusunan model dari suatu keadaan nyata (sistem) dan kemudian melakukan percobaan pada model tersebut. Dapat dilihat pada hasil analisa simulasi bahwa pada kedalaman alur ban dengan ketebalan 3mm memiliki daya kontak lebih baik ketimbang 2mm dan 1mm sedangkan pada percobaan kedua yaitu yang diukur pada kecepatan 50 km/jam - 90 km/jam. Hasilnya menunjukkan bahwa saat kecepatan meningkat, ban sepenuhnya kehilangan gaya kontak dengan permukaan jalan kedalaman alur ban yang lebih kecil maka akan mengakibatkan kondisi aquaplaning yang lebih besar. Sedangkan pada variasi kecepatan semakin cepat seseorang mengemudikan kendaraan makan kondisi terjadinya peristiwa aquaplaning semakin besar pula. kondisi alur ban dengan kedalaman semakin kecil maka peristiwa aquaplaning akan lebih mudah terjadi. Dan pada kondisi kecepatan 90 km/ jam pada kondisi roda normal akan terjadi peristiwa aquaplaning. Kata kunci : kedalaman alur ban, variasi kecepatan, persitiwa aquaplaning

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : kedalaman alur ban, variasi kecepatan, persitiwa aquaplaning
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Teknologi Otomotif > Teknologi Otomotif
Depositing User: Admin TO
Date Deposited: 28 Nov 2022 00:59
Last Modified: 28 Nov 2022 00:59
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/593

Actions (login required)

View Item View Item