MUFID, SATRIA TEGAR BASUDEWA (2026) EVALUASI KINERJA OPERASIONAL ONE WAY, CONTRA FLOW, DAN KONDISI NORMAL PADA TOL SEMARANG ABC MENGGUNAKAN SIMULASI MIKROSKOPIK PTV VISSIM. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.
|
Text (ABSTRAK)
22011057-SKRIPSI-ABSTRAK.pdf Download (431kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
22011057-SKRIPSI-BAB_1.pdf Download (74kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
22011057-SKRIPSI-BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (382kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 3)
22011057-SKRIPSI-BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (271kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 4)
22011057-SKRIPSI-BAB_4.pdf Restricted to Registered users only Download (769kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 5)
22011057-SKRIPSI-BAB_5.pdf Download (76kB) | Preview |
|
|
Text (LAMPIRAN)
22011057-SKRIPSI-LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (931kB) | Request a copy |
Abstract
Peningkatan volume lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran menimbulkan ketidakseimbangan arus, penurunan kecepatan, serta peningkatan antrean dan tundaan pada Tol Semarang ABC dan Gerbang Tol Kalikangkung. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja kondisi aktual one way, membandingkannya dengan skenario contra flow dan kondisi normal, serta menentukan pengaturan lalu lintas terbaik pada periode volume puncak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif evaluatif dengan desain komparatif multiskenario berbasis simulasi mikroskopik PTV VISSIM. Data primer meliputi geometrik jalan dan gerbang tol, volume dan komposisi kendaraan, kecepatan, waktu tempuh, waktu pelayanan gardu, panjang antrean, dan tundaan. Kondisi one way Maret 2026 ditetapkan sebagai model eksisting. Model menggunakan perilaku pengemudi Wiedemann 99 dan dikalibrasi melalui penyesuaian parameter car-following, perpindahan lajur, jarak kendaraan, akselerasi, serta definisi antrean. Validasi volume menggunakan statistik GEH, sedangkan panjang antrean dan tundaan menggunakan Mean Absolute Percentage Error. Hasil validasi menunjukkan GEH sebesar 0,49, MAPE panjang antrean 0,65%, dan MAPE tundaan 15,89%, sehingga model layak digunakan. Kondisi one way menghasilkan rata-rata antrean 41,5 meter dan tundaan 52,6 detik. Contra flow menghasilkan antrean 86,4 meter dan tundaan 90,8 detik, sedangkan kondisi normal menghasilkan antrean 153,0 meter dan tundaan 284,9 detik. Dibandingkan kondisi normal, one way menurunkan antrean 72,9% dan tundaan 81,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa one way memberikan kinerja operasional terbaik dan layak direkomendasikan sebagai strategi penanganan arus puncak Lebaran berbasis data. Penerapannya perlu disertai pemerataan distribusi kendaraan antar gardu, pengendalian titik transisi, informasi lajur yang jelas, dan pemantauan waktu nyata agar hambatan tidak berpindah ke area penggabungan maupun segmen hilir jalan tol. Kata kunci: rekayasa lalu lintas; simulasi mikroskopik; PTV VISSIM; one way; Gerbang Tol Kalikangkung.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | rekayasa lalu lintas; simulasi mikroskopik; PTV VISSIM; one way; Gerbang Tol Kalikangkung |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements |
| Divisions: | Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan |
| Depositing User: | 22011057 22011057 |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 04:13 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 04:13 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4879 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
