PENERAPAN CATALYTIC CONVERTER DENGAN VARIASI BAHAN KUNINGAN, NIKEL, DAN KARBON AKTIF TERHADAP EMISI GAS BUANG MESIN BENSIN

WINASTI, PRAMUDITA PUTRI AUDINA (2026) PENERAPAN CATALYTIC CONVERTER DENGAN VARIASI BAHAN KUNINGAN, NIKEL, DAN KARBON AKTIF TERHADAP EMISI GAS BUANG MESIN BENSIN. Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
23031017-KKW-ABSTRAK.pdf

Download (697kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
23031017-KKW-BAB_1.pdf

Download (128kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
23031017-KKW-BAB_2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (389kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
23031017-KKW-BAB_3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
23031017-KKW-BAB_4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (364kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
23031017-KKW-BAB_5.pdf

Download (135kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
23031017-KKW-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Emisi kendaraan bermotor, terutama CO dan HC dari pembakaran tidak sempurna, menyumbang polusi udara perkotaan. Karena keterbatasan dan mahalnya logam mulia pada catalytic converter seperti platinum, rhodium, palladium, penelitian ini menguji alternatif yang lebih ekonomis berupa kuningan, nikel, dan karbon aktif serta menilai pengaruh variasi putaran mesin (idle/800, 1500, 2000, 2500, 3000 rpm) terhadap kadar emisi. Metode eksperimen menggunakan Suzuki Carry Pick Up berbahan bakar Pertamax di UPPKB Cilincing dengan gas analyzer. Variabel bebas adalah jenis bahan catalytic converter dan putaran mesin; variabel terikat adalah kadar CO (%) dan HC (ppm); kontrol meliputi jenis bahan bakar, kondisi mesin, dan prosedur pengujian. Setiap kondisi diuji tiga kali, dengan pengukuran sebelum dan sesudah pemasangan catalytic converter. Hasil menunjukkan pemasangan catalytic converter berbahan kuningan, nikel, dan karbon aktif efektif menurunkan emisi dengan rata rata CO turun 48,29% (dari 0,343% menjadi 0,177%) dan HC turun 16,67% (dari 152,4 ppm menjadi 126,7 ppm). Emisi cenderung menurun pada putaran mesin yang lebih tinggi karena pembakaran lebih sempurna saat AFR mendekati stoikiometri (14,7:1), meski terdapat ketidakkonsistenan pada 2500 rpm. Disimpulkan kombinasi bahan tersebut merupakan alternatif ekonomis yang layak; disarankan penelitian lanjutan dengan variasi komposisi, pengulangan lebih banyak, pengukuran NOx dan CO₂, serta evaluasi performa kendaraan. Kata Kunci : Catalytic Converter, Karbon Monoksida, Hidrokarbon, Nikel, Kuningan, Karbon Aktif.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Catalytic Converter, Karbon Monoksida, Hidrokarbon, Nikel, Kuningan, Karbon Aktif
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Teknologi Otomotif > Teknologi Otomotif
Depositing User: 23031017 23031017
Date Deposited: 29 Jun 2026 01:08
Last Modified: 29 Jun 2026 01:08
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4785

Actions (login required)

View Item View Item