PRASETYO, FATKHUR ROHMAN EKO (2026) LAPORAN MAGANG II ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL DAN RUAS PASCA SIMPANG MENGGUNAKAN PEDOMAN PKJI (Studi Kasus: Simpang Jalan Ir. Soekarno (MERR) – Jalan Kedung Baruk). Project Report. POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN, TEGAL. (Submitted)
|
Text (ABSTRAK)
22011009-MAGANG 2-ABSTRAK.pdf Download (620kB) |
|
|
Text (BAB 1)
22011009-MAGANG 2-BAB_1.pdf Download (319kB) |
|
|
Text (BAB 2)
22011009-MAGANG 2-BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (657kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
22011009-MAGANG 2-BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
22011009-MAGANG 2-BAB_4.pdf Download (648kB) |
Abstract
Simpang Jalan Ir. H. Soekarno (MERR) – Jalan Kedung Baruk merupakan simpang bersinyal empat lengan di Surabaya Timur yang melayani arus lalu lintas regional dan lokal dengan volume yang tinggi, terutama pada jam puncak sore hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja simpang bersinyal dan ruas pasca simpang menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, serta merumuskan alternatif penanganan terhadap permasalahan yang teridentifikasi. Data primer diperoleh melalui survei Traffic Counting pada hari kerja dengan interval 15 menit, survei geometrik jalan, serta observasi fasilitas putar balik (U-turn) dan akses keluar-masuk bangunan. Penentuan jam puncak dilakukan berdasarkan volume tertinggi, yaitu pukul 17.00–18.00 dengan total volume 2.702,8 smp/jam pada ruas utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekat Selatan dan Barat mengalami kondisi jenuh berat dengan derajat kejenuhan (DJ) masing-masing sebesar 2,62 dan 2,50, yang termasuk dalam Tingkat Pelayanan F. Pendekat Selatan menanggung beban arus tertinggi sebesar 3.795 smp/jam dengan dominasi pergerakan lurus 70,6%, namun hanya memperoleh waktu hijau 36 detik dari siklus 190 detik. Kondisi ini diperparah oleh penyempitan lajur dari tiga menjadi dua lajur pada ruas pasca simpang yang menciptakan bottleneck dan berpotensi menimbulkan spillback. Rekomendasi penanganan meliputi evaluasi pembagian waktu hijau agar proporsional terhadap arus dominan, pengeprasan median sepanjang ±300 meter untuk mengembalikan fungsi tiga lajur, pengendalian manuver putar balik pada jam puncak, serta penataan akses keluar-masuk bangunan di sekitar lokasi studi. Kata kunci:simpang bersinyal, PKJI 2023, derajat kejenuhan, bottleneck, Jalan MERR
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Simpang bersinyal, PKJI 2023, Derajat kejenuhan, Bottleneck, Jalan MERR |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements |
| Divisions: | Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan |
| Depositing User: | 22011009 22011009 |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 01:06 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 01:06 |
| URI: | http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/4571 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
