OPTIMALISASI SIMPANG BERSINYAL DENGAN PENERAPAN RUANG HENTI KHUSUS SEPEDA MOTOR DI KABUPATEN MALANG(Studi Kasus : Simpang Kepanjen Kabupaten Malang)

OKTABANTARAN, CANANDARA (2017) OPTIMALISASI SIMPANG BERSINYAL DENGAN PENERAPAN RUANG HENTI KHUSUS SEPEDA MOTOR DI KABUPATEN MALANG(Studi Kasus : Simpang Kepanjen Kabupaten Malang). Diploma thesis, POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN.

[img] Text (ABSTRAK)
13010168_SKRIPSI_ABSTRAK.pdf

Download (747kB)
[img] Text (BAB 1)
13010168_SKRIPSI_BAB 1.pdf

Download (350kB)
[img] Text (BAB 2)
13010168_SKRIPSI_BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (504kB)
[img] Text (BAB 3)
13010168_SKRIPSI_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (534kB)
[img] Text (BAB 4)
13010168_SKRIPSI_BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB 5)
13010168_SKRIPSI_BAB 5.pdf

Download (341kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
13010168_SKRIPSI_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Sepeda motor merupakan kendaraan bermotor terkecil yang mempunyai mobilitas dan manuver pergerakan yang tinggi. Pada saat fase hijau, sepeda motor berebut untuk keluar dari persimpangan dan melanjutkan perjalanan. Pergerakan sepeda motor yang seperti ini, menimbulkan konflik dengan mobil ataupun dengan sesama sepeda motor yang berebut keluar simpang. Studi yang dilakukan oleh M. Idris di Bandung pada tahun 2007 menghasilkan Ruang Henti Khusus (RHK) sepeda motor dapat menurunkan konflik lalu lintas hingga 72% dan arus lalu lintas 11-12% lebih lancar (Faundra, 2012). Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan persimpangan dengan penerapan Ruang Henti Khusus (RHK) sepeda motor pada persimpangan dengan karakteristik yang berbeda di Kabupaten Malang. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah kondisi eksisting, kondisi lapangan dan prosentase keterisian RHK. Metode penelitian dilakukan dengan cara melakukan simulasi RHK pada dua kaki pendekat simpang bersinyal di Kabupaten Malang yang belum memberlakukan RHK. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berdasarkan data survei kondisi simpang empat kepanjen masuk dalam kriteria D dengan penjelasan Mendekati Arus Tidak Stabil (tundaan dalam batas toleransi , ada kalanya hingga lebih dari satu siklus sinyal sebelum berjalan) dan hanya ada dua kaki pendekat simpang yang dapat dipasang RHK. Penerapan RHK untuk dua lokasi penelitian mempengaruhi jumlah volume kendaraan, panjang antrian, dan derajat kejenuhan. Keberadaan RHK belum terlihat optimal penggunaannya untuk dua kaki pendekat simpang. Hal itu dikarenakan kondisi geometri dan lajur belok kiri langsung serta masyarakat yang masih belum memahami fungsi dari Ruang Henti Khusus Sepeda Motor. Agar penggunaan RHK lebih optimal seharusnya lebih ditekankan dalam hal pengawasan oleh instansi terkait, seperti Kepolisian dan dinas Perhubungan wilayah Kabupaten Malang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Ruang Henti Khusus (RHK), Sepeda Motor, Simpang Bersinyal, Efektivitas
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Depositing User: Admin RSTJ
Date Deposited: 02 Nov 2023 01:42
Last Modified: 02 Nov 2023 01:42
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/2028

Actions (login required)

View Item View Item