LAPORAN MAGANG II DI PT. SEMESTA MARGA RAYA JALAN TOL KANCI-PEJAGAN

PUTRI, AMARTYA RIZQINA and FITRI, AMELIA SOFIA and AJI, BAGAS SUKMOYO and ADITYA, IRFAN and ROBBIANSYAH, RAGIL (2023) LAPORAN MAGANG II DI PT. SEMESTA MARGA RAYA JALAN TOL KANCI-PEJAGAN. Project Report. POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN, TEGAL. (Submitted)

[img] Text (ABSTRAK)
19010625_19010626_19010595_19010633_19010679 MAGANG II ABSTRAK.pdf

Download (296kB)
[img] Text (BAB I)
19010625_19010626_19010595_19010633_19010679 MAGANG II BAB I.pdf

Download (65kB)
[img] Text (BAB II)
19010625_19010626_19010595_19010633_19010679 MAGANG II BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (745kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
19010625_19010626_19010595_19010633_19010679 MAGANG II BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
19010625_19010626_19010595_19010633_19010679 MAGANG II BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (484kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
19010625_19010626_19010595_19010633_19010679 MAGANG II BAB V.pdf

Download (42kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
19010625_19010626_19010595_19010633_19010679 MAGANG II LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Transportasi merupakan kegiatan perpindahan orang atau barang dari suatu tempat atau tempat asal ke tempat lain atau tempat tujuan. Perpindahan memerlukan sebuah alat yang dapat mengangkut orang atau barang yang biasa disebut alat transportasi (Alhadar, 2011). Alat transportasi terdiri dari 3 macam yaitu, alat transportasi darat, laut, dan udara. Contoh alat transportasi darat adalah sepeda motor, mobil, bus, truk, dan lain-lain. Contoh alat transportasi laut adalah berbagai macam kapal. Contoh alat transportasi udara adalah berbagai macam pesawat. Alat transportasi semakin berkembang khususnya pada alat transportasi darat sehingga menyebabkan volume kendaraan di jalan raya semakin meningkat. Metode cussum dan presentil 85Dari hasil analisis yang telah disampaikan, Tim Magang di Jalan Tol Semesta Marga Raya menyimpulkan hal-hal berikut: 1. Secara keseluruhan kondisi jalan dan perlengkapan jalan di Jalan Tol Semesta Marga Raya cukup bagus dan terawat, dikarenakan di kelola secara baik oleh pihak Tol Semesta Marga Raya dari kilometer 0 hingga kilometer 35, yang dimulai dari KM 214 (214+600) sampai KM 249 (249+600) hanya saja perlu adanya beberapa pemeliharaan terhadap perkerasan jalan, rambu lalu lintas, serta marka jalan dan penambahan beberapa rambu lalu lintas. 2. Beban ruas pada Jalan Tol Semesta Marga Raya memiliki jumlah terbesar total dua arah berada pada Ruas Kanci sampai Pejagan dengan persentase beban ruas keseluruhan melebihi 90% dari total kendaraan melintas, dengan kondisi arus stabil lalu lintas. Kecepatan rata-rata pada kendaraan LV (low vehicle) 106 km/jam pada jalur A dan 101 sampai 110 km/jam pada jalur B, untuk Kecepatan rata-rata pada kendaraan MHV antara 71-80 km/jam pada jalur A dan 71 sampai 80 km/jam pada jalur B, untuk Kecepatan rata-rata pada kendaraan LT antara 41-50 km/jam pada jalur A dan 41 sampai 50 km/jam pada jalur B, Dan untuk Kecepatan rata-rata pada kendaraan LB 51-60 km/jam pada jalur A dan 51 sampai 60 km/jam pada jalur B. kepadatan lalu lintas sedang dan pengemudi masih punya cukup kebebasan untuk memilih kecepatan dan lajur jalan yang digunakan. 3. Penanganan Pasca Kecelakaan Ketika terjadi kecelakaan urgent/ emergency maka pihak yang terjun ke lapangan sebagai berikut: a. Kepala Shift layanan jalan tol (LJT) bertugas untuk memberikan komando kepada pihak-pihak yang terkait b. Petugas layanan jalan tol (LJT) bertugas untuk mengawasi dan mengamankan jalan c. Patroli Jalan Raya (PJR) bertugas untuk mengamankan kendaraan kecelakaan d. Paramedis bertugas di bagian kesehatan e. Rescue bertugas mengevakuasi korban dan kendaraan f. Derek bertugas memindahkan kendaraan ke tempat yang sesuai 4. Dari hasil analisis data kecelakaan lalu lintas pada tahun 2019,2020,2021 dan 2022 yang ditinjau setiap dua kilometer (KM) menggunakan metode Cussum didapatkan hasil bahwa lokasi rawan kecelakaan pada Ruas Jalan Tol Semesta Marga Raya berada pada kilometer 218+600 sampai 220+600. 5. Usulan penanganan di lokasi rawan kecelakaan pada kilometer (KM) 248+600 sampai 248+800 perlu diadakan pemeliharaan terhadap rambu lalu lintas, marka jalan, serta perkerasan jalan, dan perlu ada beberapa tambahan rambu lalu lintas. Saran terhadap pelaksanaan kinerja keselamatan jalan di Jalan Tol Semesta Marga Raya yaitu: 1. Perlu disediakan bengkel di top up center (TUC) dengan tujuan agar pengguna jalan yang kendaraannya mengalami kerusakan di jalan tol tidak perlu jauh-jauh keluar dari jalan tol untuk memperbaiki kendaraanya tersebut. Selain itu dengan adanya bengkel di top up center (TUC) dapat menjadi bisnis bagi perusahaan dan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kecelakaan di jalan tol. 2. Perlu adanya pendataan kecelakaan dan kerusakan perlengkapan jalan yang rinci, untuk pendataan kecelakaan. 3. Mengadakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar Jalan Tol Semesta Marga Raya tentang fungsi dan manfaat jembatan penyeberangan orang (JPO). 4. Pemasangan penerangan jalan umum (PJU) menggunakan tenaga panel surya sepanjang ruas Tol Kanci Pejagan 5. Penambahan variable message sign (VMS) pada kendaraan layanan jalan tol (LJT)

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: PT. SMESTA MARGA RAYA, JALAN, KECELAKAAN, KESELAMATAN
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Rekayasa Sistem Transportasi Jalan > Rekayasa Sistem Transportasi Jalan
Depositing User: Laela Agustin
Date Deposited: 27 Jun 2023 05:32
Last Modified: 27 Jun 2023 05:32
URI: http://eprints.pktj.ac.id/id/eprint/1264

Actions (login required)

View Item View Item